RIBUAN wisatawan lokal dan domestik sejumlah wisatawan asing serta utusan dari 12 Poivinsi turut hadir menyaksikan prosesi upacara adat Seren Taun yang digelar selama 5 hari (17-22 Juli 2022) di Paseban Tri Panca Tunggal kelurahan Cigugur, Kuningan, Jawa Barat. Nampak hadir pada puncak acara wakil Gubernur Jabar H Uu Ruzhanul Ulum didampingi Bupati Kuningan Acep Purnama, para pejabat tinggi, jajaran Forkopimda serta undangan.
Pergelaran seni tradisional seperti Anglung Buncis, Seni Reog, Tari Buyung, “Helaran Budaya” dengan kolaborasi angkutan Delman dimulai dari garis start Paseban Tri Pancatunggal Cigugur lalu mengelilingi kota, jl. Veteran,Sukamulya dan finish di Cigugur. Acara menumbuk padi bersama yang diikuti tamu undangan mewarnai puncak adat Seren Taun.
“Meruwat dan Merawat Pusaka Budaya Nusantara”, tema yang diusung panitia ini, berlangsung lebih meriah dibanding dua tahun silam yang sempat terganggu pandemi Covid-19. Tradisi adat Seren Taun yang sudah turun temurun ini digelar setiap tahun pada bulan Rayagung selama sepekan dan puncaknya pada tanggal 22 Rayagung,” ungkap Ketua Umum Panitia Ratu Djuwita P. Djatikusumah disela puncak acara Adat Seren Taun Cigugur, Kuningan, Jumat (22/7/2022).
Tradisi Seren Taun ini tutur Ratu Djuwita, sudah berlangsung sejak 100 tahun silam, upacara adat ini tetap terjaga dan terus dilestarikan oleh anak, cucu dan cicit serta para pengikut setia hingga sekarang.
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, dalam kata sambutannya, mengapresiasi dan berharap melalui seni budaya di Jawa Barat ini akan lebih mempererat persatuan dan kesatuan.
“Semakin paham budaya daerah, Semakin cinta terhadap daerah. Semakin tahu dan Semakin cinta, maka kegiatan ini patut dilestarikan dan perlu didukung agar lebih memasyarakat lagi, sehingga masyarakat lebih cinta budaya daerah” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Acep yang hadir ditengah acara mengatakan, Seren Taun kali ini sangat meriah sekali, mungkin karena 2 tahun yang silam terkendala pandemi covid 19. Namun tahun ini bisa digelar kembali dan kali ini banyak inovasi sesuai tema yang diusung “Merawat, Meruwat, Pusaka Budaya Nusantara”. Diharapkan melalui tema ini mengandung makna soliditas persatuan dan kesatuan seluruh nusantara tercinta . (H WAWAN JR).










