Dialogpublik.com,- Dinas Perdagangan dan Industri (Disperdagin) Kabupaten Bandung menggelar sosialisasi terkait branding produk agar bisa bersaing di pasar global.
“Untuk bersaing di pasar dunia, tidak cukup hanya dengan logo atau kualitas barang yang akan dijual, tetapi bagaimana cara kita membranding atau membangun citra positif produk kita di mata konsumen dunia,” ujar Plt. Disperindag Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah di Soreang, Jumat (8/5/2026).
Sebelumnya diinfokan : ekspor Kabupaten Bandung tahun 2025 tembus angka Rp 21 triliun, barang yang diekspor tidak sebatas produk industri tetapi juga hasil pertanian, seperti kakao, kopi, jahe dan umbi- umbian lainnya.
Untuk itu, jelasnya, sosialisasi yang digelar pada Kamis (7/5) kemarin bertujuan untuk membekali para pelaku usaha tentang pentingnya identitas merek dalam menembus pasar ekspor.
” Saat ini para pelaku usaha dituntut untuk membangun branding agar memiliki identitas produk guna menghadapi persaingan yang telah menembus batas-batas nasional,” imbuhnya.
Oleh karena itu, ujar Dicky, produk dengan branding yang baik akan lebih mudah dikenali, dipercaya, dan memiliki nilai tinggi.
Ia berharap, melaluk sosialisasi tersebut para peserta dapat memahami pentingnya strategi branding agar memiliki daya saing di pasar global dengan tetap mempertahankan kearifan lokal.
Sementara itu, Dicky menegaskan, selain membekali tentang strategi merek para pelaku usaha juga didorong untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi digital.
Karena, ungkapnya kemampuan membaca tren pasar internasional menjadi kunci agar produk lokal tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga mampu berjaya di pasar dunia.
Sementara itu, dia menjelaskan sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber ahli di bidang branding dan pemasaran internasional. Dicky berharap, kegiatan itu bisa berdampak nyata bagi peserta.
” Oleh karena itu, agar berdampak langsung para peserta harus mengimplementasikan ilmu yang diperolehnya. Karena, selain untuk mengembangkan usahanya sekaligus dapat memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui sektor industri dan perdagangan,” tuturnya.(nk)










