Dialogpublik.com,– Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung menggelar Operasi Gabungan (Opgab) Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Kegiatan yang berakhir pada hari ini, Kamis (4/6/2026) berlangsung di tiga titik, diantaranya di Kecamatan Bojongsoang dan Cileunyi.
Menurut Kepala Bapenda Kabupaten Bandung, Erwan Kusuma Hermawan melalui Kepala Bidang Penagihan dan Keberatan, Dudi Duradjat menjelaskan bahwa Opgab tersebut merupakan hasil sinergi antara Bapenda Kabupaten Bandung, Bapenda Provinsi Jawa Barat, Polresta Bandung, PT Jasa Raharja, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) I Rancaekek, Denpom, Kwarcab Pramuka Kabupaten Bandung, hingga Satuan Polisi Militer.
“Opgab ini kami gelar selama tiga hari. Titik pertama di Bojongsoang, dilanjutkan di Pos Polisi Exit Tol Cileunyi pada Rabu (3/6) kemarin. Hari ini di wilayah Majalaya. Tujuannya jelas, menekan angka Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) dan mengingatkan masyarakat agar taat pajak,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Namun, ujarnya, Opgab itu bukan hanya bertujuan untuk menindak para pemilik kendaraan yang menunggak pajak, tetapi lebih mengedepankan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Edukasi Agar Masyarakat Patuh Pajak
Sementara itu, Dudi menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya para wajib pajak yang terjaring opgab tidak langsung dikenai sanksi, tetapi akan didata terlebih dulu kemudian kita mengedukasi tentang pentingnya membayar pajak dan melengkapi dokumen kendaraan, seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
Karena, ujarnya, kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak memiliki peran strategis dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penerimaan dari sektor pajak itu nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami mengimbau masyarakat untuk senantiasa memenuhi kewajiban administrasi kendaraan. Taat pajak bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bandung yang lebih BEDAS, aman, dan maju,” katanya.
Oleh karena itu, ungkapnya, opgab dan sosialisasi taat pajak akan terus dilakukan secara berkala di sejumlah titik yang tingkat KTMDU nya tinggi.
Upaya tersebut, harapnya, dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah.
Selain melalui Opgab, jelas Dudi, Bapenda Kabupaten Bandung juga terus mengampanyekan gerakan “Sobat Taat Pajak”. Melalui gerakan tersebut, masyarakat diajak untuk tertib administrasi, patuh terhadap aturan, serta berpartisipasi aktif dalam mendukung pembangunan daerah melalui pembayaran PKB tepat waktu.
“Yuk, jadi Sobat Taat Pajak. Bersama kita wujudkan masyarakat sadar pajak, tertib administrasi, dan taat aturan,”imbuh Dudi. (nk)










