Optimalisasi Rombel Atasi Defisit Guru di Kabupaten Bandung

Dialogpublik.com,- Kabupaten Bandung alami ” defisit ” guru jumlahnya sampai ribuan. Kondisi itu diperparah dengan adanya 3000 orang guru yang memasuki pensiun di periode 2026 -2030.

‘ Untuk itu, kita harus mulai menyiapkan strategi dari sekarang. Jangan sampai ke depan terjadi ketimpangan layanan pendidikan akibat kekurangan guru,” ujar Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026)

Menurutnya, langkah antisipasinya dengan mengoptimalisasi rombongan belajar (rombel) melalui pembatasan kapasitas maksimal pada jenjang SD dan SMP agar daya tampungnya disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.

Bupati Bandung Dadang Supriatna saat di Kemendikdasmen

“Penataan rombel ini penting agar kebutuhan guru dan daya tampung sekolah lebih proporsional serta mampu menjawab tantangan pendidikan di masa depan. Sekaligus untuk mengantisipasi perubahan tren demografi menuju tahun 2030,” tuturnya.

Selain itu, Pemkab Bandung juga mendorong penataan kebutuhan tenaga pendidik jangka panjang, dengan rekrutmen guru ASN dan PPPK, serta pemerataan distribusi guru di seluruh wilayah Kabupaten Bandung.

Sementara itu, untuk perbaikan kualitas pendidikan di Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna juga melakukan penguatan literasi dasar melalui rencana penerapan kurikulum baca, tulis dan berhitung (calistung) sebagai muatan lokal wajib di sekolah.

Agar berjalan sesuai harapan, Dadang mengusulkan seluruh rencana kerja bidang pendidikan tersebut pada Kementrian dasar dan menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta, pada Rabu (20/5/2026) kemarin. (nk)