Dialogpublik.com,- Saat ini Pemkab Bandung fokus pada perbaikan infrastruktur, terumata jalan. Tujuannya, untuk mendukung aktifitas masyarakat, terutama pelaku usaha dan sektor wisata.
“Untuk itu, penerimaan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) akan difokuskan pada perbaikan infrastruktur terutama jalan,” jelas Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat sosialisasi dan optimalisasi penerimaan daerah melalui Opsen PKB dan BBN-KB di Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (23/5/2026).
Ia menjelaskan, ruas jalan di Kabupaten Bandung itu sekitar 1.500 km dan 1.100 km diantaranya sudah diperbaiki sisanya tinggal 400 km.
” Oleh karena itu,penerimaan dari PKB dan BBN-KB akan dikembalikan kepada masyarakat melalui pembangunan jalan,” imbuhnya pada kegiatan yang digelar bersama Angkutan Indonesia Club (AIC) Nusantara.

Untuk itu, ia berharap, melalui kegiatan sosialisasi tersebut, kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor semakin meningkat.
Lebih lanjut, Dadang Supriatna menjelaskan bahwa untuk pembangunan jalan dibutuhkan anggaran minimal Rp 300 miliar. Sedangkan, untuk mencapai kondisi 100 persen jalan mantap diperlukan biaya sekitar Rp1,3 triliun.
Diikuti 300 Peserta
Sementara itu, Kepala Bapenda Kabupaten Bandung, Erwan Kusuma Hermawan menjelaskan, kegiatan sosialisasi dan kolaborasi optimalisasi pendapatan daerah melalui PKB dan BBN-KB tersebut diikuti sekitar 300 peserta.
Menurutnya, kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan tepat waktu.
“Semakin tinggi kesadaran masyarakat membayar pajak, maka kian meningkat pula Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung,” tuturnya. (nk)










