Secuil Kisah Heroik Korban Pengamanan Aset Rw 11 Tamansari

KHAWATIR keselamatan anggotanya terancam, Cecep Wawan langsung berusaha mencari ke lokasi yang sejumlah tempat. Begitu mendapati anggotanya berada di dekat bangunan rumah, Cecep menginstruksikan anggotanya untuk mundur.

Namun nahas, saat anggotanya telah berada di lokasi yang aman, Cecep tertinggal dan dihadang oleh sejumlah orang. Tak ayal, hantaman dan pukulan kayu mendarat di tubuhnya. Beruntung, ia masih sempat mencari celah untuk melepaskan dari kerumunan untuk berlari ke tempat aman.

Itulah yang dialami Cecep Wawan, Kepala Unit Perlindungan Masyarakat (Linmas) Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung saat pengamanan aset di RW 11 Kelurahan Tamansari pada Kamis (12/12/2019) lalu.

“Pas rusuh mau ke bawah mengamankan anggota. Saya di bawah itu terakhir yang tersisa. Dihadang dan dihajar sama sekitar ada 7 orang lebih lah. Dipukul itu pakai kayu,” ungkap Cecep, Senin (16/12/2019).

Akibat peristiwa tersebut, Cecep menderita luka di sekitar tangannya, serta memar-memar di beberapa persendian.

Cecep mengungkapkan, saat pengamanan di Tamansari, ia mendapati sejumlah orang membawa senjata tajam. Melihat hal itu, ia sempat mengikuti pergerakan sejumlah orang tersebut.

“Kita pengamanan di gang, kita masuk amankan dulu biar massa tidak masuk. Tapi saya lihat ada beberapa orang bawa golok. Terus lapor pimpinan sama petugas polisi dan TNI. Dia pergi, saya ikutin ternyata dia menyimpan barang. Akhirnya goloknya ketemu pas sudah pengosongan,” paparnya.

Keberadaan oknum yang membawa senjata tajam juga terpantau oleh Anggota Satpol PP Kota Bandung lainnya, Anjani Sopian. Setelah melaporkan pada pimpinannya, dia lantas kembali bergabung dengan unit pengamanan.

Anjani yang cukup fokus mengawasi situasi kemudian melihat gelagat adanya pelemparan oleh massa. Dia bergegas untuk melindungi rekannya, namun nahas justru dirinyalah yang terkena pelemparan hingga melukai pelipis mata dan tulang hidungnya.

“Saya laporan sama polisi ada yang bawa golok. Terus saya lihat ada yang mau lempar ke Satgas Tantribum. Saya coba menghalangi, ternyata yang dilempar pot bunga,” tutur Anjani.

Kronologis serupa juga dialami oleh anggota lainnya, Rian Gustafari. Ketika melihat oknum yang membawa senjata tajam, dia bersama petugas Satpol PP lainnya mencoba bertahan dari hantaman. Serupa dengan rekannya, kondisi Rian tidaklah lebih baik karena tulang bahunya bergeser.

“Mau mengamankan yang bawa golok. Pas diamankan, temannya yang lainnya lempar batu. Kita mendorong, tetapi dilempar terus ditendang. Akibatnya, bagian bahu (tulang) ini geser,” ungkap Rian.

Anggota Satpol PP lainnya, Didin Taqiyudin hingga kini masih terus menjalani perawatan. Dia terkena lemparan batu di bagian kepala dan mengalami luka robek cukup serius. Ia terpaksa harus mendapatkan sejumlah jahitan.

Sebelum kericuhan, Didin beserta rekan-rekannya sudah diberi instruksi agar tetap bertahan tanpa perlawanan apabila terdapat provokasi fisik. Sampai akhirnya seluruh anggota Satpol PP diinstruksikan mundur dari area pengamanan aset.

“Itu banyak kata-kata kotor dan kasar. Kita juga terus ditendang, tapi kita harus mennahan karena diinstruksikan tetap humanis jangan sampai arogan,” ungkap Didin.(DP)

dialogpublik.com