Bupati Bandung Intruksikan Para Kades Tingkatkan Kamling

Dialogpublik.com,- Berkaca dari peristiwa yang dialami warga Rancaekek, Kabupaten Bandung YTR (29) masalah keamanan lingkungan dan kepedulian sosial menjadi perhatian khusus Bupati Bandung, Dadang Supriatna.

“Kepedulian sosial harus terus ditingkatkan. RT, RW, dan pemerintah desa harus lebih peka terhadap kondisi lingkungan agar berbagai potensi permasalahan sosial dapat dicegah sejak dini,” ujar Dadang Supriatna.

Selain itu, ia meminta Sekda Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana untuk menerbitkan surat instruksi kepada seluruh kepala desa agar meningkatkan sistem keamanan lingkungan (kamling), mengoptimalkan peran RT dan RW, serta meningkatkan pengawasan terhadap rumah kontrakan dan rumah kos di wilayah masing-masing.

Ia juga meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk memperkuat koordinasi dengan para kepala desa, unsur Forkopimda untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia juga meminta, agar seluruh perangkat daerah bergerak cepat dan terkoordinasi dalam mengantisipasi berbagai potensi permasalahan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Selain isu sosial, Dadang juga fokus pada musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Ia meminta agar PDAM Tirta Raharja segera melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi rawan air bersih dan menyiapkan langkah mitigasi sejak dini.

“Kita harus siap dari sekarang. Daerah-daerah yang berpotensi terdampak harus dipetakan dan dicarikan solusinya agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemetaan sementara, ada sejumlah titik pelayanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang akan berpotensi terdampak kemarau panjang. Itu berpengaruh pada pelayanan air bersih kepada ribuan pelanggan.

Selain kebutuhan air minum, Dadang Supriatna juga meminta Dinas Pertanian, DPUTR, BPBD, BBWS Citarum, dan perangkat daerah terkait untuk memperkuat koordinasi dalam menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan pertanian.

Pada kesempatan itu, ia juga menyoroti penanganan banjir yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Bandung. Ia menegaskan bahwa persoalan banjir tidak hanya dipengaruhi curah hujan, tetapi juga sedimentasi yang semakin meningkat.

Untuk itu, Dadang mendorong penguatan program Pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pihak lainnya dalam penanganan banjir dan pengelolaan lingkungan.

“Saya mengapresiasi kecamatan yang sudah aktif menjalankan Pentahelix. Yang belum berjalan maksimal agar segera melakukan tindak lanjut di lapangan karena persoalan banjir harus ditangani bersama-sama,” katanya.

Selain itu, tegasnya, harus dilakukan sinkronisasi program antara pemerintah daerah, BBWS Citarum, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam upaya normalisasi sungai.

Dadang menegaskan komitmennya untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak perubahan iklim, mempercepat penanganan persoalan lingkungan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung.

Semua hal tersebut dikatakan Dadang Supriatna saat memimpin rapat koordinasi (rakor) Pemkab Bandung di Soreang, Senin (22/6/2026).(Nk)