50 Orang Tewas Di Jalan Raya Akibat Kelalaian Pengendara

SITUASI keamanan, keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) di wilayah hukum Polres Kuningan selama tahun 2020 relatif kondusif dan menunjukan adanya peningkatan kesadaran masyarakat khususnya para pengguna kendaraan bermotor.

Demikian dikatakan Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik melalui Kasatlantas Polres AKP M. Tahir Muhiddin, SE, S.I.K, saat diwawancarai melalui telepon genggamnya, Kamis (31/12/2020).

Selama tahun 2020 di wilayah hukum Polres Kuningan kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di jalan raya terjadi sebanyak 128 kejadian. Sedangkan tahun sebelumnya (2019) 195 kejadian Berdasarkan data ini, laka lantas tahun 2020 mengalami penurunan 43 %.

“Dari 128 peristiwa Laka lantas tersebut, korban meninggal dunia tercatat 50 orang, sementara tahun 2019 korban yang meninggal sebanyak 92 orang. Menurun 48 % atau 42 orang”, imbuhnya

Korban luka berat tahun 2020 sebanyak 109 orang, dibandingkan tahun 2019 sebanyak 56 orang, turun sebanyak 48 % atau 53 orang. Korban luka ringan tahun 2020 sebanyak 147 orang, sedangkan tahun 2019 sebanyak 234 orang, turun sebanyak 32 % atau 87 orang.

Pelanggaran lalu lintas tahun 2020 sebanyak 4.269 berkas pelanggaran, sedangkan tahun 2019 mencapai sebanyak 13.308 berkas pelanggaran, Melihat data tersebut, jumlah pelanggar ‘lalin’, turun 89% atau menurun 9.039 berkas pelanggaran, terangnya.

Kasatlantas AKP Tahir mengatakan bahwa, faktor penyebab laka secara umum itu ada 4 kategori yaitu, faktor Manusia, kendaraan, jalan, dan lingkungan/cuaca. Faktor yang paling dominan adalah faktor manusia yang sering memaksakan berkendara padahal kondisi tubuh dalam keadaan yang tidak sehat, sehingga praktis menyebabkan kelalaian dalam berkendaraan.

“Terkait Keamanan keselanatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar-kantas), dihimbau kepada masyarakat, agar sebelum berkendara sebaiknya melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap kesiapan diri sendiri dan kesiapan kendaraan yagg akan digunakan, jangan pernah memaksakan apabila salah satunya bermasalah, jangan lupa juga untuk berdoa dan tentunya selama masa pandemi covid 19 tetap melaksanakan protokol kesehatan, apabila tidak ada hal yg urgen sebaiknya kita dirumah saja”, pungkasnya. (H WAWAN JR)

dialogpublik.com