Dialogpublik.com,- Bupati Bandung, Dadang Supriatna berencana menggelar rapat untuk membahas soal ambruknya Pasar Sehat Soreang, Selasa (17/8/2026).
Seperti diketahui, plafon beton Pasar Sehat Soreang di 13 kios ambruk dan menimpa pengunjung pasar. Akibatnya satu orang tewas dan tiga lainnya alami patah tulang, saat ini korban dirawat di RS Otista, Soreang, Senin (16/4/2026) siang.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono menjelaskan pihaknya dibantu tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta BPBD Kabupaten Bandungn langsung melakukan upaya evakuasi dan menolong korban meninggal serta yang selamat. Termasuk mengevakuasi kendaraan roda dua dan empat yang tertimpa reruntuhan.
Selanjutnya, Polresta Bandung melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan. “Korban meninggal dunia kita bawa ke rumah sakit untuk kita lakukan identifikasi kemudian akan kita autopsi penyebab meninggalnya,” ujar Kapolresta Bandung.
Sementara korban luka diketahui seorang perempuan bernama Cucu Cuningsih, warga Kampung Cipeundeuy RT 01 RW 21, Desa Soreang, dan dua anak lainnya, salah satu di antaranya di bawah umur.
Aldi menuturkan, pihaknya akan mengecek kondisi kontruksi bangunan. “Kita telah berkoordinasi dengan Polda Jabar untuk ikut melakukan penyelidikan dengan pendekatan saintifik,” tuturnya.
“Nanti hasil penyelidikan akan kita padukan dengan hasil pemeriksaan ahli konstruksi untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya bangunan plafon beton ini,” tambah Aldi.
Pada kesempatan itu, Aldi mengimbau kepada pengelola pasar dan dinas terkait untuk mengidentifikasi bangunan yang rawan ambruk.
“Kami mengimbau agar diambil langkah-langkah apakah tutup sementara atau bagaimana. Jangan sampai timbul korban-korban berikutnya,” ucapnya.(Nk)










