SEJUMLAH pedagang di seputaran Terminal Bayangan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengaku menjadi korban peredaran uang palsu (upal).
Seperti yang dialami pedagang rokok Egy (31). Menurutnya, kejadiannya di malam hari saat itu ia tengah jualan di Terminal Cileunyi, tiba -tiba ada yang mem beli sebungkus rokok, dengan memberikan uang pecahan Rp. 50.000.
“disaat transaksi pembayaran, saya masih belum sadar karena kalau malam kan gelap banget,” kata Egy, saat di wawancarai wartawan di Cileunyi, Kabupaten Bandung, belum lama ini.
Menurut Egy, pelaku diketahui dua orang pria yang mengendarai kendaraan roda empat dari arah Garut menuju Bandung. Lanjutnya, saat itu pelaku membeli rokok seharga Rp. 20.000,- dan membayar menggunakan uang kertas palsu pecahan Rp. 50.000,-.
Menurut Egy, setelah pelaku pergi dan membawa uang kembalian Rp. 30.000,- dia melihat uang tersebut tampak berbeda dengan yang asli. “Saya pegang kertasnya lebih tipis dari yang biasa kita raba, warnanya pun pudar,” jelasnya.
Setelah menyadari uang yang diterima palsu, dia hanya bisa mengikhlaskan saja, sebab pelaku telah melarikan diri. “Ini baru pertama kali saya tertipu. Dan saya akan tempel di etalase warung supaya orang lain tahu bahwa kalau itu uang palsu,” katanya.
Dari kejadian tersebut, untuk sementara Egy, tidak berniat melaporkannya ke pihak yang berwajib, karena kerugian yang di alami dianggap tidak seberapa. “Saya tidak lapor Polisi, lagian uangnya cuma segitu,” keluhnya.
Egy menambahkan, kejadian tersebut tidak menimpa dirinya saja. Ternyata sebelumnya, ada sejumlah pedagang khususnya penjual rokok dan kopi yang ada di seputaran Terminal Bayangan juga pernah mengalami hal yang sama.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya dan rekan-rekan pedagang lainnya akan lebih berhati-hati dan tetap fokus apabila ada pembeli dengan modus meminta uang kembalian terlebih dulu dengan alasan ingin buru-buru pergi.
“Sekarang saya sama pedagang lainnya, akan lebih hati-hati bila ada calon pembeli disaat malam atau subuh saya lihat dulu uangnya,” jelas Egy. (bas)










