Dialogpublik.com,- Perumda Air Minum (PDAM)Tirta Raharja memastikan pelayanan pada masyarakat berjalan optimal, meskipun dampak El Niño, dan anomali iklim kemarau panjang dipresiksi hingga Oktober 2026.
” Dampak El Nino dan anomali iklim diprediksi kemarau terjadi mulai Juli hingga Oktober 2026. Tetapi kami pastikan pelayanan air minum kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal,” tegas Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Raharja, Teddy Setiabudi dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, hasil kajian internal dari 26 kecamatan yang menerima layanan Tirta Raharja 17 wilayah diantaranya terkena dampak kemarau panjang akibat penurunan debit air baku.
“Hasil kajian kami di 17 wilayah pelayanan dengan estimasi 18.216 sambungan rumah atau sekitar 72.864 jiwa yang berpotensi terkena dampak kemarau tahun ini,” imbuhnya.
Oleh karena itu, ujar Teddy, untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah komprehensif, yaitu pengamanan sumber air baku, optimalisasi produksi dan distribusi, pelayanan darurat berbasis prioritas wilayah.
Kemudian, percepatan solusi jangka panjang dengan meningkatkan ketahanan sistem penyediaan air minum. Seluruh sumber air dipantau secara intensif melalui sistem monitoring operasional selama 24 jam. Pemeliharaan intake, konservasi daerah resapan, serta optimalisasi sumber cadangan guna menjaga kontinuitas pasokan kepada pelanggan.
“Semua itu kami lakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan Perumda Air Minum Tirta Raharja selama menghadapi kemarau panjang,” tuturnya.
Selain itu,Teddy menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan layanan darurat melalui distribusi air minum dengan menggunakan armada mobil tangki sesuai prioritas wilayah, menambah fasilitas torn air di daerah rawan kekeringan.
Sementara untuk pengaturan distribusi dengan cara bergilir, ujar Teddy akan diberlakun bila memang diperlukan.
Yang jelas, ungkapnya, penguatan layanan pengaduan masyarakat bisa dilakukan melalui Contact Center, media sosial, aplikasi TiraQu, dan kantor pelayanan terdekat dan itu buka selama 24 jam.
Teddy berharap, upaya yang dilakukan perusahaan plat merah ini agar masyarakat tetap memperoleh akses terhadap air bersih meskipun terjadi penurunan debit air di beberapa wilayah.
Sementara itu, ia menjelaskan selain penanganan darurat, PDAM Tirta Raharja juga mempercepat beberapa program permanen melalui optimalisasi sumber air baku, pembangunan dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Kemudian, interkoneksi jaringan distribusi, peningkatan kapasitas reservoir, serta penurunan tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW) melalui rehabilitasi jaringan dan pengembangan sistem informasi operasional yang lebih terintegrasi.
Langkah tersebut, harapnya dapat meningkatkan ketahanan pelayanan air minum di saat menghadapi perubahan iklim dalam jangka panjang.
Pada kesempatan itu, Teddy mengimbau agar masyarakat Kabupaten Bandung hemat dan bijak dalam menggunakan air, sesuaikan dengan kebutuhannya. Serta menjaga kelestarian sumber air yang ada di lingkungannya masing-masing.
“Dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan air minum di tengah tantangan perubahan iklim,” ucapnya.
Selain itu, ia mengungkapkan, melalui sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung, BPBD, Dinas PUPR, TNI/Polri, pemerintah kecamatan, desa, dan seluruh pemangku kepentingan, PDAM Tirta Raharja memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air minum tetap terpenuhi secara aman, andal, dan berkelanjutan, terutama selama kemarau ini. (nk)










