Kasus Stunting di Kab.Bandung masih Tinggi, Peran Posyandu harus Ditingkatkan

BERBEDA dengan yang lainnya, pada reses masa sidang lll tahun 2022, Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Cecep Suhendar membagikan 14 buah timbangan badan digital.

Timbangan tersebut, dibagikan Cecep saat reses di Desa Nanjungmekar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Kamis (27/7/2022).

Timbangan badan itu sengaja dibagikan ke Posyandu, untuk mengontrol berat badan, khusudnya balita. Karena saat ini ujar Cecep, kasus stunting.di Kabupaten Bandung relatif masih tinggi.

” Kasus stunting di Kabupaten Bandung hingga kini angkanya masih tinggi, upayanya dengan meningkatkan peran Posyandu, ” ujar legislator Partai Golkar ini.

Reses Anggota legislatif perwakilan daerah pemilihan (dapil) 4, dihadiri para kader Posyandu, PKK, Pos KB, Karang Taruna, perangkat desa .

Selain itu hadir pula Kepala Desa Nanjungmekar, LPMD, BPD, Bhabinsa dan Koramil Rancaekek.

Dengan masih tingginya kasus stunting di Kabupaten Bandung, Cecep berharap, semua pihak mulai bupati, OPD, camat, kades, hingga para kader harus bahu membahu dalam menekan angka stunting atau gizi buruk.

” Para kader Posyandu yang mendapatkan pembinaan dapat meningkatkan pelayanan dan pencegahan terjadinya stunting,” ucap Cecep.

Menurutnya, kader PKk desa dan Posyandu merupakan garda terdepan dalam penanganan kesehatan masyarakat, berkewajiban untuk memberikan edukasi, serta deteksi dini terkait kesehatan masyarakat, seperti persoalan stunting, ibu hamil beresiko tinggi, serta kesehatan lansia.

Untuk penanganan stunting, lanjutnya, bisa dilakukan pemerintah melalui program bantuan pangan agar gizinya seimbang.

Selain stunting, Ketua Fraksi Golkar ini, juga menerima aspirasi tentang. keterbatasan anggaran pemberian makanan tambahan (PMT), serta kebutuhan peralatan Posyandu. Bantuan sarana air bersih, dan penanganan sampah.

“Kami sudah mencatat semua aspirasi yang disampaikan, selanjutnya akan saya bawa untuk dimusyawarahkan dan disampaikan kepada Pemkab Bandung,” pungkasnya. (nk).