Dinsos Kab. Bandung Tarik Bantuan Pangan untuk Miskin Ekstrim

DINAS Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung menarik kembali 293 karung beras untuk bantuan masyarakat miskin ekstrim.

Hal itu dikarenakan, beras tersebut dinilai tak layak untuk dikonsumsi.

“Sebenarnya beras tersebut seluruhnya ada 2.263 karung, tapi terlanjut dibagikan akhirnya yang bisa ditarik kembali hanya 293 karung beras,” ujar Kepala Dinsos Kabupaten Bandung, Tisna Umaran di Soreang, Senin (9/9/2024).

Menurutnya, beras itu merupakan bantuan pangan untuk penanggulangan miskin ektrim di wilayah Kabupaten Bandung.

Namun, disaat penyaluran bantuan ity ada insiden, jelas Tisna, pihaknya menerima laporan dari masyarakat jika beras itu tidak layak untuk dikonsumsi.

Oleh karena itu, dia minta maaf karena ada kesalahan teknis dalam proses penyaluran bantuan pangan tersebut.

” Ya pastinya, kejadian tersebut menimbulkan kekecewaan dan keresahan di tengah masyarakat, itu sepenuhnya kesalahan kami,” akunya.

“Seharusnya kami melakukan pengecekan terlebih dulu, sebelum bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat,” sambung Tisna.

Terkait insiden itu, Tisna menegaskan, pihkanya telah memanggil pihak penyedia bantuan dan diminta untuk mengganti seluruh beras tersebut.

Selain itu, juga melakukan koordinasi dengan para camat agar merespon dan melaporkan ke Dinsos jika ada komplain dari KPM, soal beras tersebut dan segera menggantinya dengan yang layak konsumsi.

“Penggantian beras itu dilaksanakan mulai hari ini (Senin 9/9) oleh pihak penyedia. Kami pastikan beras pengganti kualitasnya sesuai standar yang ditetapkan,” imbuhnya.

Agar peristiwa serupa tida terjadi lagi ungkap Tisna, Dinsos berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan dan evaluasi dalam proses penyaluran bantuan pangan.

Kemudian, memperkuat sistem monitoring dan evaluasi dengan melibatkan masyarakat dalam proses pengawasan. Hal itu, untuk memastikan bantuan yang diberikan selain tepat sasaran, tepat jenis juga berkualitas. (nk).