BUPATI Bandung, Dadang Supriatna mengungkapkan, selama tiga tahun menjabat kepala daerah Kabupaten Bandung, dirinya berhasil merealisasikan program kerja yang menjadi janji politiknya.
“Mohon maaf tiga tahun sudah berjalan, saya selaku manusia tentunya banyak kekurangan dan kesalahan. Apabila ada hal janji politik yang belum direalisasikan mohon maaf. Tapi sepengetahuan saya janji politik yang pernah diucapkan, baik dalam kampanye maupun dalam program kerja visi misi, insya Allah seluruhnya sudah terealisasikan,” jelasnya saat serah terima prasarana sarana utilitas (PSU) dari Panitia Adhoc Perumahan Komplek Bumi Kertamanah Permai RW 16 kepada Pemkab Bandung di Baleendah Jumat (10/5/2024).
Janji politik yang sudah terealisasi itu, di antaranya program insentif guru ngaji ditambah BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.
“Pak RT, Pak RW, sudah diberikan insentif, bahkan insentifnya ditingkatkan. Para RT dan RW diberikan BPJS, termasuk para marbot juga mendapatkan insentif,” katanya.
Selain itu, program Besti (Beasiswa Ti Bupati) sudah berjalan dan dinikmati langsung oleh generasi muda asal Kabupaten Bandung, dapat melanjutkan pendidikan atau kuliah. Program perbaikan rutilahu (rumah tidak layak huni) dengan sasaran 7000 rumah per tahun, sudah terealisasi.
Selain itu, pembangunan lima rumah sakit umum daerah ( RSUD), jelasnya, insya Allah pembangunannya selesai di periode pertama kepemimpinannya, sebagai Bupati Bandung.
Di Kecamatan Baleendah ujarnya, Pemkab Bandung sudah membangun dua unit SMP baru, untuk meningkatkan sarana pendidikan di Kabupaten Bandung.
“Termasuk muatan lokal di TK, SD dan SMP. Ada tiga muatan lokal, pertama pendidikan Pancasila dan UUD 1945. Pendidikan budaya dan bahasa Sunda, serta mengaji dan menghafal Alquran
“Dengan adanya tiga muatan lokal, guru ngaji datang ke sekolah. Tujuannya, agar dalam kurun 20 tahun mendatang, Kabupaten Bandung memiliki pemimpin berkarakter dan berakhlakul karimah,” harapnya
“Sebab tanpa agama tidak sempurna. Apalagi ideologi kita di Indonesia adalah Pancasila. Semua warga Indonesia diwajibkan beragama,” sambung Dadang.
Program pinjaman bergulir tanpa bunga dan jaminan, untuk mengeliminir perkembangan bank emok yang marak di Kabupaten Bandung. Program pinjaman itu bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, untuk meningkatkan ekonomi keluarga masing-masing.
“Bank emok itu bisa merusak karakter masyarakat. Program pinjaman dana bergulir itu sebagai solusi, dan mudah-mudahan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Dadang menyatakan, dirinya siap melanjutkan pengabdiannya, selaku Bupati Bandung di periode kedua tahun 2024-2029.
“Saya akan ikut kontestasi Pilkada Serentak yang akan dilaksanakan 27 November 2024. Mohon doanya dan supportnya, semoga saya tetap amanah dan istiqomah,” katanya.
Dikatakan Dadang, 13 program prioritas selama menjadi Bupati Bandung akan terus dilanjutkan.
“Mudah-mudahan bermanfaat bagi semuanya dan masyarakat merasakan langsung program-program yang digulirkan pemerintah,” katanya. (nk)










