Dialogpublik.com,- Dadang Supriatna kembali terpilih untuk menduduki kursi Ketua PKB Cabang Kabupaten Bandung periode 2026 – 2031.
Dadang terpilih secara aklamasi dalam musyawarah cabang (Muscab) PKB yang digelar di Soreang, Rabu (8/4/2026).
Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid menegaskan Muscab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan dan program kerja partai.
“Muscab ini harus menjadi forum untuk merumuskan kepemimpinan dan program kerja partai ke depan. Jadi DPC bukan hanya mengusulkan nama calon ketua, yang terpenting adalah arah gerak partai,” katanya kepada wartawan.
Selain itu, dia menyampaikan dua amanat DPP PKB yang harus dijalankan oleh seluruh jajaran partai di daerah, termasuk di Kabupaten Bandung.
Pertama, kader PKB diminta untuk lebih aktif “turun ke lapangan” melalui program pelayanan langsung kepada masyarakat. Bentuknya meliputi layanan ambulans, posko kesehatan, hingga berbagai kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan rakyat.
“Kita ini partai rakyat. Maka pelayanan kepada masyarakat harus nyata dan dirasakan langsung,” katanya.
Kemudian DPP mendorong program “naik kelas” yang berfokus pada penguatan kaderisasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di internal partai.
Menurut Jazilul, program ini menuntut perencanaan matang berbasis visi intelektual, agar kader PKB tidak hanya kuat secara elektoral, tetapi juga kompeten dalam memimpin di berbagai bidang.
“Program naik kelas ini penting. Kader harus mampu berkembang, tidak hanya di politik, tapi juga di bidang lain seperti pendidikan, kesehatan, dan kepemimpinan profesional,” ujarnya.
Dadang Memenuhi Syarat
Sementara itu, Jazilul menegaskan DPP PKB mendorong peningkatan target raihan kursi legislatif di Pemilu 20229, khususnya di Kabupaten Bandung.
Di legislatif Kabupaten Bandung pada Pemilu 2024 PKB meraih 12 kursi, untuk itu pada Pemilu nanti naik minimal 16 kursi, bahkan ditargetkan 20 kursi.
“Kalau naiknya cuma satu kursi itu kurang. Minimal tiga kursi tambahan, bahkan kalau bisa, targetkan sampai 20 kursi, Target itu dinilai realistis mengingat Kabupaten Bandung merupakan salah satu basis suara PKB di Jawa Barat,” imbuh Jazilul.
Pada kesempatan itu, Jazilul menyinggung peluang Dadang Supriatna untuk melangkah ke jenjang kepemimpinan yang lebih tinggi. Karena, secara administratif dan rekam jejak, Dadang dinilai telah memenuhi syarat untuk maju ke level berikutnya, termasuk peluang dalam kontestasi tingkat provinsi.
“Secara administratif dan track record, Pak Dadang sudah memenuhi syarat. Tinggal faktor-faktor politik lainnya yang akan menentukan,” ujarnya.
Menurutnya, konsep “naik kelas” tidak harus selalu dimaknai sebagai peningkatan jabatan politik, melainkan juga pengembangan karier di berbagai bidang profesional.
“Bisa saja menjadi gubernur, menteri, bahkan rektor. Intinya, kader PKB harus siap dan mampu ketika diberi amanah,” katanya. (nk)










