LOMBA cipta Karsa dan kreasi lagu berbasis budaya local, bertujuan untuk menggali potensi seniman khususnya musisi pencipta lagu yang selama ini terpendam dan tidak tersalurkan. Demikian ujar Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan Muplihudin, M.Pd saat diwawancarai di Gedung Kesenian Jl.Veteran Kuningan, Rabu (16/06/2021).
Peserta terbaik dari hasil lomba cipta karsa dan kreasi lagu ini, nantinya akan dipasarkan di hotel-hotel yang ada dan di obyek wisata yang tersebar di kawasan kabupaten Kuningan, terang Muplihudin. Antusiasme seniman dalam lomba ini alhamdulilah cukup menggembirakan. Jauh sebelumnya diawali sosialisasi kepada para seniman.
Event lomba cipta karsa dan kreasi lagu berbasis budaya lokal ini, tidak hanya dilakukan melalui perwakilan seniman se kabupaten Kuningan, tetapi juga melalui media masa dan kegiatan – kegiatan kebudayaan lainnya melalui penyebaran pamplet pamplet kepada stake holder pemerintah desa dan kecamatan serta melalui group group ‘wa’ seniman.
Dari lomba cipta karsa dan kreasi lagu berbasis budaya lokal ini, terhimpun sebanyak 23 lagu dengan rincian 17 lagu wanda pop, 1 lagu wanda sinom, 2 lagu wanda calung dan 3 lagu wanda kawih. Peserta lomba merupakan perwakilan dari pelosok desa seperti dari kecamatan Subang, Ciilimus, Ciwaru dan desa lainnya.
Tim Juri menetapkan peserta cipta karya kreasi lagu terbaik antara lain :
Juara Lomba POP sunda : 1.Nonik Rizki Deristyan/ Enday Sandari, 2. Eka Sandra/Diding Wahyudin, 3. Ayu Anggraeni/As’at Sunandar
Juara Harapan POP Sunda. 1. Nonik Rizki Deristyan/ Enday Sandari, 2. J.Irin Jebred/Jumhari, 3. Nurul Ajizah/As’at Sunandar
Juara Kawih, 1. Nonik Rizki Deristyan/ Enday Sandari, 2. Tiara Mevianti/Nana Mulyana, 3. Tiara Mevianti/Nana Mulyana
Juara Wanda Calung, 1. Didi Suhaedi/Didi Suhaedi 2. Didi Suhaedi/Didi Suhaedi
Juara Wanda Sinom, Deden Nur Diansyah/Enday Sandari.
Dari hasil Lomba Cipta Karsa dan kreasi lagu berbasis budaya lokal nantinya akan kami jadikan bahan untuk agenda – agenda kebudayaan di Kuningan. Semoga kedepannya banyak seniman yang tergerak untuk terus berkarya, berkreasi sehingga kabupaten Kuningan memiliki kekayaan karya seni yang mampu berbicara di pentas yang lebih tinggi.
“Kegiatan yang baru pertama kali digelar ini, tentu belum optimal. Untuk itu kami terbuka, untuk menerima masukan saran dan kritik demi pemajuan kebudayaan di kabupaten Kuningan”, pungkasnya. (H WAWAN JR)










