PEMERINTAH Kabupaten Kuningan dan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menandatangani Perjanjian Kerjasama tentang Penguatan Fungsi Taman Nasional Gunung Ciremai melalui Pengembangan Wisata Alam Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di SPTN Wilayah I Kuningan, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC),
Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh pihak pertama Kuswandono Selaku Kepala BTNGC dan pihak kedua Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, di Ruang Rapat Linggajati Setda Jl. Siliwangi Kuningan Selasa (13/7/2021). Disaksikan Oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan secara Virtual.
Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH.,MH mengatakan, Kabupaten Kuningan dianugerahi bentangan alam yang sangat kaya, keberadaan Gunung Ciremai sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat (3.078 m) memiliki fungsi ekologi yang dapat menunjang bukan hanya di Kabupaten Kuningan, tetapi meliputi kabuppten/kota yang berbatasan dengan Kabupaten Kuningan.
“Bupati Acep mengatakan bahwa, Pemerintah kab Kuningan dan masyarakat menyadari akan pentingnya fungsi tersebut. Acep menegaskan komitmen babes, untuk tetap menjaga pelaksanaan pembangunan, agar tetap dalam koridor konservasi, sehingga mampu memberikan daya dukung berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ungkapnya.
Salah satu pemanfaatan kekayaan alam yang mempunyai sifat ramah lingkungan, kata Acep, adalah optimalisasi objek wisata berbasis lingkungan di sekitar area TNGC, bahkan telah membentuk budaya desa hutan yang khas.
Kesadaran kelestarian alam/lingkungan kata Acep, telah menyatu dengan kegiatan ekonomi produktif masyarakat. Terkait hal ini Pemkab Kuningan berinisiatif untuk mendorong terwujudnya Perjanjian Kerjasama TNGC Sebagai pengelola kawasan hutan konservasi Gunung Ciremai.
“Sementara kerjasama ini akan menjadi pendorong bagi pemanfaatan SDA secara lestari dan menjadi pondasi bagi terwujudnya pembangunan ramah lingkungan di Kabupaten Kuningan. Diharapkan kedepan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Acep optimis. (H WAWAN JR)










