Hari Pertama SPMB Orang Tua Serbu Sekolah

Dialogpublik.com,- Hari pertama pelaksanaan Sintem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang TK, SD dan SMP di Kabupaten Bandung serentak berlangsung mulai Senin (8/6/2026).

Pantauan lapangan, di SMP Negeri 1 Soreang dan SD Negeri 1 Cincin Kecamatan Soreang sejak pagi sudah diserbu orang tua yang akan mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut.

SPMB di kedua sekolah itu sudah dibuka sejak jam 06.00 WIb, dan saat itu sudah puluhan orang tua yang mengambil nomor antrian.

“Meskipun untuk pengambilan nomor antrian baru dimulai jam 6.30 WIB, tapi sejak pukul 06.00 orang tua yang mau mendafarkan anaknya sudah pada ngambil duluan,” kata panitia SPMB di SMP Negeri 1 Soreang, Lilis Faridah.

Menurutnya, sampai pukul 8.00 nomor antrian sudah 65 orang.

Ade Nurjaman (44), orang tua siswa yang mendaftarkan anaknya si SMP Negeri 1 Soreang, mengaku pendaftaran sekolah tahun ini terasa lebih mudah, tidak ribet seperi sebelumnya.

” Saya tinggal datang ke sekolah dengan membawa persyaratan tentunya, terus mengisi registrasi pulang dan tadi diminta kalau sudah sampai rumah untuk foto rumah lalu kirim ke aplikasi. Sudah tinggal menunggu pengumuman aja,” tuturnya

Ade yakin anaknya akan diterima, karena jarah rumah dengan sekolah pilihannya itu sekitar 500 m.

Selain itu, jelasnya jalur domisili persentasinya cukup besar. Bahkan, katanya jika tidak lulus di SPMB tahap satu bisa daftar lagi di pendaftaran tahap ll pada 19-24 Juni 2026.

SPMB tahap l di SMP Negeri Soreang 1 Kabupaten Bandung

” Kalau SPMB tahal l ini kan jalur domilisi dan afirmasi, jika anaknya tidak lolos kata panitia bisa diikutikan lagi di SPMB tahap ll jalur prestasi dan mutasi,” ucapnya.

” Jadi saya optimis anak saya bisa keterima, karena masih ada kesempatan kalau nanti saat pengumuman teryata hasilnya tidak lolos,” ujarnya.

Sementara itu, di SD Cincin 01 animo masyarakat langsung terlihat di hari pertama. Hingga pukul 08.00 WIB, panitia mencatat nomor antrean telah mencapai 192 pendaftar. Sementara sekolah hanya menyediakan kuota 160 siswa dengan empat rombongan belajar (rombel).

Kepala SDN Cingcin 01, Dra. Hj. Nuryati Suryani, M.Pd mengatakan untuk tahun ini SD Negeri Cincin mengurangi jumlah rombel.

“Untuk SDN Cingcin 01, kami menyediakan empat rombel dengan jumlah siswa 160 orang. Tahun lalu kami membuka lima rombel dan menerima sekitar 200 siswa,” ujar Nuryati.

Menurutnya, sekolah mengambil langkah tersebut agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif dan sesuai kapasitas ruang belajar yang tersedia.

Selain itu, Nuryati juga mengingatkan orang tua agar menyiapkan seluruh dokumen persyaratan sejak awal. Panitia meminta fotokopi KTP orang tua, fotokopi Kartu Keluarga (KK), fotokopi akta kelahiran, serta ijazah atau surat keterangan dari taman kanak-kanak apabila sudah tersedia.

Ia menekankan pentingnya kesesuaian data kependudukan. “Jadi data pada KK harus sesuai dengan catatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil,” jelasnya.

Selain itu, Nurhayati mengatakan, SPMB berlangsung tanpa pungutan biaya. Sekolah memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mendukung seluruh kegiatan penerimaan murid baru.

“Orang tua tidak perlu membayar biaya apa pun. Dana BOS sudah mendukung pelaksanaan SPMB,” katanya.

Terkait banyaknya yang mendaftar, ia menjelaskan, panitia akan melakukan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku. Sekolah menggunakan usia calon peserta didik dan domisili sebagai dasar utama dalam proses seleksi.

“Jika anak belum memenuhi syarat usia atau domisilinya berada cukup jauh dari sekolah, orang tua bisa memilih sekolah lain yang lebih dekat. Yang terpenting, semua anak harus sekolah,” tegasnya. (nk)