Sahrul ; Maksimalkan Ruang Publik Untuk Industri Creative

UNTUK mengakomodir industri kreatif yang ada di Kabupaten Bandung, Wakil Bupati Bandung, Sahrul Gunawan berniat membangun creative center, untuk ruang kreativitas bagi anak-anak muda.

“Untuk industri kreatif, saat ini saya juga sedang mengkaji dan mencoba untuk membuat format yang lebih tepat kira-kira seperti apa. Salah satunya membangun kreatif center, kita ingin memberikan ruang-ruang kreatif bagi anak-anak muda,” ujar Sahrul saat wawancara usai kegiatan launching UMKM di Soreang, Rabu (28/4/2021).

Selain itu, dia juga akan melakukan study banding ke kota lainnya yang ada di sekitar Kabupaten Bandung, misalnya Kota Bandung yang sudah terbangun Bandung Creative Hub (BCH).

Selain itu jelas Sahrul, pihanya juga akan memaksimalkan ruang-ruang publik yang sudah ada, seperti gedung Sabilulungan.

“Msalnya Sabilulungan, saya pengen ada tempat untuk exhibition di Gedung Munara lantai 1, sudah disiapkan lalu bagaimana forum-forum itu nanti diciptakan dengan kepala dinas terkait. Semoga terwujud dan bisa ada investornya,” imbuh pemeran film Jin dan Jun.

Dia menjelaskan, UMKM merupakan penggerak ekonomi, sehingga perlu ada peningkatan peran dari usaha mikro tersebut.

“Saya ingin bikin sebuah building yang bisa menampung para pelaku usaha dan kaitannya dengan wisata. Dan memang saat ini perlu ada skala prioritas dalam pembangunan, insya Allah kedepannya bisa betul-betul terjadi supaya kita bisa wujudkan wisata fashion di Kabupaten Bandung,” tutur Sahrul.

Menurutnya, lebih dari 50 persen pedagang yang ada di Pasar Tanah Abang, yang berjualan di Senin-Kamis, itu berasal dari Soreang dan Majalaya. ” Kenapa tidak kita datangkan orang-orang ke Kabupaten Bandung, sehingga harganya lebih murah, kita fasilitasi. Oang-orang bisa datang kesini, kemudian dengan fasilitas pariwisata yang ada nantinya bisa dikembangkan. Insya Allah bisa mensejahterahkan para pelaku usaha yang ada di Kabupaten Bandung dan juga meningkatkan pariwisata,” paparnya.

Saat ini baru 18 produk UMKM dipasarkan melalui minimarket yang ada di Kabupaten Bandung.”Pemerintah Kabupaten Bandung memastikan quality control dan menyatukan kerjasama simbiosis mutualisme diantara pelaku ekonomi kemudian pelaku UMKM dan juga pemerintah. Semoga kedepannya lebih baik lagi,” pungkas Sahrul. (nk)