BUPATI Bandung terpilih HM. Dadang Supriatna melakukan peletakan batu pertama renovasi dan perluasan Masjid Darussalam di Jalan Raya Sapan Kampung Singalaya RT 02/RW 11, Desa Rancakasumba, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Rabu (6/12/2021).
Kang DS, biasa disapa, mengapresiasi, langkah warga setempat yang merenovasi masjid tersebut dengan dana bersumber dari swadaya masyarakat dan para donatur. Terlebih masjid tersebut sudah berdiri sejak 1930, renovasi terakhir dilakukan pada 1991.
Kang DS mengaku, masjid itu sudah ada saat dirinya masih duduk di sekolah dasar. Dadang turut membantu dalam bentuk pemenuhan kebutuhan bata merah, hingga tuntas pembangunan masjid tertua di Desa Rancakasumba itu.
“Kita bantu kebutuhan pengadaan bata merahnya sampai selesai pembangunan Masjid Darussalam ini. Renovasi pembangunan masjid ini akan terus kita support . Insya Allah dengan kewenangan dan kebijakan nanti, kita bisa membantu untuk kelangsungan penyelesaian masjid,” ungkapnya.
Kang DS mengaku, saat ini ia tak bisa berbuat banyak karena belum dilantik sebagai Bupati Bandung. Jadi hanya memberikan bantuan secara pribadi, untuk meringankan beban dalam proses renovasi dan perluasan masjid tersebut.
“Saya nitip dalam pelaksanaan renovasi perluasan Masjid Darussalam ini, jangan ada kencleng di depan atau di jalan raya. Ajak umat untuk melakukan sodakoh. Dengan edukasi dan pendidikan, umat Islam ketika diajak akan membantu. Saya yakin dengan kebersamaan dan kekompakan bisa terwujud renovasi perluasan masjid ini,” pesan Kang DS.
Ia pun akan terus memantau perkembangan renovasi masjid itu. Pihak panitia dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Darussalam agar menginformasikan perkembangan masjid kepada dirinya setiap minggunya.
“Sehingga, dalam waktu yang singkat dan kekompakan masyarakat, renovasi perluasan masjid segera terwujud,” harapnya.
Menurutnya, dengan adanya renovasi masjid ini, dapat mendorong umat Islam untuk memakmurkan masjid, khususnya untuk pendidikan agama. Apalagi sesuai dengan janji politiknya, pada visi misinya akan memberikan uang insentif kepada guru ngaji di Kabupaten Bandung.
“Kini kita harus melakukan perubahan. Selama masyarakat membutuhkan kita harus bisa tampil. Dengan slogan Bandung Bedas untuk kemaslahatan umat,” pungkasnya. (nk)










