KEPALA Dinas Kominfo Kabupaten Bandung, Yosep Nugraha menjelaskan, dalam percepatan transformasi digital, khususnya di Kab Bandung, pihaknya telah menyiapkan super apps “Bedas Smart Services (BSS)”.
“BSS nantinya akan menjadi satu-satunya aplikasi yang terintegrasi dari seluruh aplikasi pemerintah Kabupaten Bandung,” jelas Yosep saat rapat koordinasi pemerintah daerah (Rakorpemda) di Jakarta, Jumat (26/1/2024).
Dalam rakorpemda yang dipimpin Bupati Bandung, Dadang Supriatna, dijelaskan BSS terdiri dari tiga komponen utama, yaitu informasi dan layanan publik serta administrasi pemerintahan. Itu akan memudahkan masyarakat yang membutuhkan informasi dan layanan publik, termasuk ASN dalam melaksanakan tugasnya semakin mudah.
Pmpinan dan pihak yang berkepentingan pun akan lebih praktis dalam memformulasikan kebijakan dan tepat sasaran karena didasarkan pada data yang akurat.
Terkait dengan data ujar Yosep, bersumber dari kebijakan dan program prioritas Bupati serta data dari SIMASDA dan yang diinput oleh para perangkat daerah.
Selain BSS, Diskominfo pun telah menyiapkan dashboard pimpinan yang dilengkapi dengan peta digital. Data yang tersaji bukan hanya byname by address (BNBA), tetapi dilengkapi foto, titik koordinat dan jalur menuju lokasi sasaran.
“Sejauhmana kualitas data yang tersaji di BSS maupun Dashboard pimpinan, akan bergantung dari kualitas data yang diinput oleh perangkat daerah. Oleh karena itu, saya mohon kerjasama dari para perangkat daerah sebagai produsen data, untuk menginputnya dengan baik sesuai kebutuhan dalam Pembangunan Big Data,” terang Yosep.
“Para Kepala OPD tidak perlu khawatir tentang kerahasiaan dan keamanan data. Kita bisa menelaah kembali ketentuan pasal 15 UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang perlindungan data pribadi, sebagai landasan dalam menyampaikan data mikro kepada Diskominfo. Ini untuk kepentingan umum dan saya jamin kerahasiaan dan keamanan data tersebut. Hal ini akan kita perkuat dengan sertifikasi ISO 270001 terkait keamanan data”, paparnya.
Di akhir penjelasannya, Yosep mendemonstrasikan aplikasi BSS dan dashboard pimpinan, agar para peserta lebih memahami konsep
Big Data yang sedang dibangun, dengan sajian data yang dilengkapi peta digital.
Sementara Kapala Baperida Kabupaten Bandung, Erwin Rinaldi memaparkan, untuk pelaksanaan tata kelola satu data itu meliputi kejelasan dasar hukum, Upaya pengembangan kompetensi SDM dan manajemen serta aplikasi.
Penyusunan regulasi terkait tata K
kelola satu data, mekanisme pendataan dan updating data, permasalah dan rencana tindak lanjut.
Sedangkan
Bupati Bandung, Dadang Supriatna dalam pengarahannya mengapresiasi forum satu data Kabupaten Bandung dan Dinas Kominfo, yang bergerak cepat dalam mengimpelementasikan transformasi digital di Kabupaten Bandung.
“Saya memberikan apresiasi kepada Dinas Kominfo yang telah bergerak cepat mempersiapkan transformasi digital di Kabupaten Bandung,” ucapnya.
” Selanjutnya, forum satu data Kabupaten Bandung agar menindaklanjuti dan melengkapi data-data yang dibutuhkan dalam menyusun Big Data,” sambung Dadang.
Terkait kebutuhan pengelola data di setiap perangkat daerah dan kecamatan, dia menyarankan untuk mengoptimalkan ASN yang memiliki kompetensi, dan dapat pula direkrut tenaga ahli yang kompeten khusus menangani pengelolaan data.
Pada kesempatan itu, Dadang memgimbau, agar seluruh OPD memiliki komitmen kuat dalam membangun Big Data, karena itu penting agar dapat melaksanakan Pembangunan dengan cepat menuju Indonesia Emas 2045,” tuturmya. (nk)










