Dialogpublik.com,- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Akhiri Hailuki meminta Pemkab Bandung untuk menambah frekwensi Operasi Pasar Murah (OPM). Hal itu, untuk menekan angka inflasi yang terjadi selama di bulan Ramadhan.
” Untuk menekan inflasi selama Ramadhan sebaiknya Pemkab Bandung menambah frekwensi serta area cakupan pelaksanaan OPM,” dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, OPM merupakan program rutin Pemkab Bandung yang bertujuan untuk menekan kenaikan atau menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) yang selalu naik di saat hari – hari besar keagamaan.
Kabupaten Bandung termasuk daerah yang terbaik dalam menjaga stabilitas inflasi. Untuk itu, DPRD bergarap kondisi tetsebut terus dipertahankan melalui, salah satunya melalui program OPM Kepokmas.
” Saat ini OPM di Kabupaten Bandung digelar saat Romadhon terutama di waktu menjelang Idul Fitri. Ke depan OPM bisa dilaksanakan juga dipertengahan tahun,” harap Politisi Demokrat ini.
Menurutnya, saat ini terutama menjelang hari raya Idul Fitri harga kepokmas di seluruh pasar tradisional di Kabupaten Bandung mengalami kenaikan, namun tetap stabil.
Sebagai langkah kongret dalam membantu masyarakat pada gelaran OPM di Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kamis (5/3/2026) lalu. Pemkab Bandung menyiapkan 190 paket.
Setiap paketnya berisi 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kilogram, dan terigu 1 kilogram. Masyarakat bisa membeli dengan harga Rp 83 ribu / paket.
” Untuk lebih meringankan masyarakat saat itu saya beri cash back Rp 10 ribu per paket. Jadi masyarakat hanya membayar Rp 73 ribu untuk satu paket ya,” jelas Hailuki.(NK)










