Dialogpublik.com,- Target pajak Kabupaten Bandung pada 2026 memcapai Rp 1,3 triliun. Untuk memcapai target itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kab.Bandung harus memiliki inovasi yang mampu memdongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Untuk mencapai target pajak itu jangan sampai “menekan” masyarakat. Tetapi, Bapenda harus mempunyai inovasi – inobasi yang bisa meningkatkan PAD,” jelas Bupati Bandung, Dadang Supriatna pada Grand Final Duta Pajak di Soreang, Rabu (6/5/2026).
Oleh karena itu, ujarnya, hadirnya duta pajak bertujuan untuk mengedukasi masyarakat khususnya wajib pajak agar sadar akan kewajibannya, serta bisa mendorong Bapenda untuk mendongkrak PAD.
Dadang Supriatna menuturkan, kondisi keuangan daerah Kabupaten Bandung tidak baik- baik saja, apalagi dengan berkurangnya trasfer ke daerah (TKD) hampir Rp 1 triliun yang berdampak pada belanja daerah.
“Untuk itu saya berharap Bapenda dengan duta pajaknya bisa berinovasi untuk meningkatkan PAD, karena masih banyak potensi yang belum tergali,” tuturnya.

Sementara, Kepala Bapenda Kabupaten Bandung, Erwan Kusuma Hermawan menegaskan bahwa Duta Pajak itu sebagai agen perubahan di kalangan milenial dan pengusaha muda.
“Duta pajak itu harus bisa mengedukasi masyarakat terutama para wajib pajak untuk sadar akan kewajibannya membayar pajak, tetutama para pengusaha muda atau pengusaha milenial,” harapnya.
Saat ini, kata Erwan, peserta pemilihan duta pajak yang rata – rata duduk dibangku sekolah menengah merupakan perwakilan dari kecamatannya masing – masing.
Namun, ujarnya, untuk pemilihan duta pajak tahun deoan Bapenda akan menyasar Perguruan Tinggi (PT) se- Kabupaten Bandung.
Ia berharap, pada peserta yang terpilih sebagai Duta Pajak Kabupaten Bandung 2026 harus menjadi “resonansi” di lingkungannya.
” Sebagai duta pajak, dia harus bisa mengajak orang tua, tetangga, sahabat, hingga kaum milenial dan pengusaha muda untuk taat bayar pajak,” imbuhnya. (nk)
dialogpublik.com,- Target pajak Kabupaten Bandung pada 2026 memcapai Rp 1,3 triliun. Untuk memcapai target itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kab.Bandung harus memiliki inovasi yang mampu memdongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Untuk mencapai target pajak itu jangan sampai “menekan” masyarakat. Tetapi, Bapenda harus mempunyai inovasi – inobasi yang bisa meningkatkan PAD,” jelas Bupati Bandung, Dadang Supriatna pada Grand Final Duta Pajak di Soreang, Rabu (6/5/2026).
Oleh karena itu, ujarnya, hadirnya duta pajak bertujuan untuk mengedukasi masyarakat khususnya wajib pajak agar sadar akan kewajibannya, serta bisa mendorong Bapenda untuk mendongkrak PAD.
Dadang Supriatna menuturkan, kondisi keuangan daerah Kabupaten Bandung tidak baik- baik saja, apalagi dengan berkurangnya trasfer ke daerah (TKD) hampir Rp 1 triliun yang berdampak pada belanja daerah.
“Untuk itu saya berharap Bapenda dengan duta pajaknya bisa berinovasi untuk meningkatkan PAD, karena masih banyak potensi yang belum tergali,” tuturnya.
Sementara, Kepala Bapenda Kabupaten Bandung, Erwan Kusuma Hermawan menegaskan bahwa Duta Pajak itu sebagai agen perubahan di kalangan milenial dan pengusaha muda.
“Duta pajak itu harus bisa mengedukasi masyarakat terutama para wajib pajak untuk sadar akan kewajibannya membayar pajak, tetutama para pengusaha muda atau pengusaha milenial,” harapnya.
Saat ini, kata Erwan, peserta pemilihan duta pajak yang rata – rata duduk dibangku sekolah menengah merupakan perwakilan dari kecamatannya masing – masing.
Namun, ujarnya, untuk pemilihan duta pajak tahun deoan Bapenda akan menyasar Perguruan Tinggi (PT) se- Kabupaten Bandung.
Ia berharap, pada peserta yang terpilih sebagai Duta Pajak Kabupaten Bandung 2026 harus menjadi “resonansi” di lingkungannya.
” Sebagai duta pajak, dia harus bisa mengajak orang tua, tetangga, sahabat, hingga kaum milenial dan pengusaha muda untuk taat bayar pajak,” imbuhnya. (nk)










