Demi Lancarnya Operasi Ketupat 2026, Renie; Lupakan Ego Sektoral

Dialogpublik.com, Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Renie Rahayu Fauzi hadir dalam rapat koordinasi khusus ( Rakorsus) Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H atau Operasi Ketupat 2026 di Gedung Moh Toha, Sabtu (7/3/2026).

Hadir saat itu Bupati Bandung, Dadang Supriatna, Kapolresta Bandung, Wakil Bupati Ali Syakieb, Kapolresta Bandung Kombespol Aldi Subartono, Dandim 0624 Kabupaten Bandung, Danlanud Sulaiman, para Kepala OPD Pemkab Bandung, ormas Islam, para Camat, Kapolsek dan Danramil se-Kabupaten Bandung.

Menurut Renie, pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 H atau operasi ketupan 2026 bukan hanya ranahnya Polri, tetapi menjadi tanggung jawab semua dalam memberikan perasaan nyaman dan aman bagi seluruh masyarakat.

“Kami berharap bahwa operasi ketopat ini bukan hanya ranahnya Polri, tapi kita harus bersama-sama melupakan ego sektoral,” jelasnya saat dihubungi usai menghadiri Rakorsus Operasi Ketupat 2026.

“Bersama-sama kita meyakinkan, memberikan perasaan aman dan jaman pada masyarakat,” imbuhnya

Dia menjelaskan, Rakorsus tersebut bertujuan untuk menyusun langkah-langkah komprehensif guna memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik dan balik serta perayaan Idul Fitri 2026 masyarakat Kabupaten Bandung.

“Melalui Rakorsus itu kita memetakan langkah untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang mudik lebaran maupun mereka yang merayakan di wilayah Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Renie menjelaskan, seperti dikatakan Kapolresta Bandung untuk pengamanan arus mudik trlah disiapkan sekitar 12 titik Pos Pengamanan (Pospam) yang fungsinya tidak hanya sebagai pos kontrol lalu lintas dan pengendalian keamanan, tetapi juga dirancang sebagai tempat istirahat bagi para pemudik.

Di setiap Pospam telah disiapkan berbagai fasilitas pendukung, antara lain mobil ambulans dengan tenaga medisnya, alat berat untuk penanganan darurat seperti longsor, serta layanan tambahan seperti fasilitas wifi gratis, mushola, toilet, dan penyediaan air minum serta makanan ringan.

Pada kesempatan itu, Renie mengimbau masyarakat yang akan pergj mudik lebaran agar memastikan rumahnya aman, mulai dari pintu dan jendela hingga listrik dan kendaraan yang ditinggalkan.

” Bagi masyarakat yang akan pergi mudik harus memastikan rumahnya dalam kondisi aman, pintu jendela harus benar- benar terkunci, listrik dan kompor harus dalam kondisi sudah dimatikan,” tegasnya.(NK)