Route CFD Kab. Kuningan Jadi Pasar Dadakan

KEBERADAAN Car Free Day (CFD) di Kuningan yang diresmikan oleh Gubernur Ahmad Heryawan (Aher) tahun 2009, perlu ditinjau dan di evaluasi, karena sudah menyimpang dari tujuan awal. Hal tersebut dikatakan Drs H Yayan Sopyan, MM (mantan Assda Setda Kuningan) di Kuningan, Rabu (3/7/2019).

Menurutnya, Gagasan Bupati H. Aang Hamid Suganda saat itu untuk menciptakan kawasan tertib lalu lintas, mengurangi polusi udara di pagi hari dan sebagai arena olahraga serta sarana rek-reasi masyarakat,

“Route CFD tersebut dimulai bunderan Cijoho, Jl Siliwangi, Taman Kota dan finish lampu Stopan jl Veteran Kuningan”, terangnya.

Kehadiran program CFD yang dimulai pukul .06.00-09.00 WIB itu saat itu mendapat apresiasi masyarakat, tidak hanya warga kota Kuningan dan sekitarnya tetapi dari pedesaan pun turut menikmati CFD.

“Di lokasi CFD, ada yang bermain bulu tangkis, main futsal, senam aerobik dan senam jantung di beberapa titik. Aktivitas lainnya ada yang bermain olah-raga tradisional seperti engrang, bermain calung, ‘dadaluan’, dan seabreg di arena CFD”, ungkapnya

Namun nuansa itu hanya berjalan dua atau tiga tahun-an saja, kini situasinya berbeda. Di usianya yang ke 10 tahun CFD justru semakin tidak nyamam dan nampak seperti “pasar dadakan / pasar tumpah”, hingga praktis pengunjung CFD yang akan ber-olahraga tidak ada tempat yang kosong, karena penuh dengan pedagang kaki lima dan ribuan pengunjung membanjiri arena CFD untuk berbelanja.

Sekda Kuningan DR H Dian Rahmat Yanuar, MSi menegaskan, pihaknya berjanji dalam waktu dekat ini segera akan mengadakan penertiban sekaligus evaluasi total kehadiran CFD.

“Penertiban ini tentunya melibatkan Pol.PP, Polres, Dishub, dan DLHK”, ujarnya sigkat. (H WAWAN JR).

Categories: Olahraga,Ragam

dialogpublik.com