PANGERAN Heru Rusyamsi Arianatareja, yang dikenal dengan julukan Pangeran Kuda Putih, dikukuhkan sebagai Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon dengan gelar Sultan Sepuh Jaenudin II Arianatareja, di Bale Kamukten Mashud Wisnusaputra Windusengkahan Kuningan, Minggu (6/2/2022).
Upacara sakral itu diwarnai prosesi dengan menampilkan upacara Adat Keraton, disaksikan 30 Raja-Raja Se-Nusantara dan para Sultan.
Penobatan Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon itu kata Raden Hamzah selaku ‘juru bicara’ Keraton Kasepuhan Cirebon, berdasarkan hasil musyawarah mufakat, diteliti nasab serta silsilah dan keturunannya, maka dapat dipilih dari Zduriah Kanjeng Sunan Gunung Djati. Sedangkan silsilah diambil dari almarhum Pangeran Cakra Buana selaku pendiri Kesultanan Cirebon dan Sunan Gunung Djati sebagai Sultan/Pemimpin Kerajaan Cirebon. Tujuan penobatan Sultan Sepuh “Kuda Putih” ini, ungkap Rd.Hamzah.
“Untuk menyelamatkan semua peninggalan dan kekayaan Keraton Kesuktanan Cirebon, baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak dari almarhum Kesultanan Sunan Gunung Djati,” terang dia.
Upacara penobatan ini menyusul pemberian penghargaan kepada 9 Tokoh warga Kuningan yang telah berjasa dan berprestasi dibidang pembangunan dan kesejahteraan maayarakat.
“Kami mengundang Radja-Raja Se-Nusantara dipusatkan di Kuningan, tujuanya sebagai ajang silaturahmi bersama warga Kuningan, mengingat masyarakat Kuningan mengenal sosok Raden Arya Kamuning, yaitu salah satu putra dari keturunan Sunan Gunung Jati “, ungkap Raden Hamzah.
Sementara itu, Raja-Raja Se- Nusantara yang hadir antara lain, Raja dari Kepulauan Riau, Aceh Tamiang, Bengkulu, Jambi, Padang, Jakarta, Ambon, Maluku, Seram, Timur Maluku, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Jasinga Bogor dan Denpasar Bali. (H WAWAN JR)










