Pemuda Bagian dari Pembangunan, Beri Ruang untuk Berinovasi dan Bekreasi

Dialogpublik.com– Bupati Bandung, Dadang Supriatna menegaskan jika pemuda itu bagian dari pembangunan. Untuk itu, harus diberi ruang untuk berkreasi, berinovasi dan membangun jejaring.

“Pemuda itu harus diberikan ruang untuk berkreasi, berinovasi, membangun jejaring, dan menunjukkan kemampuannya. Sebab, pemuda bukan hanya generasi penerus, tetapi juga bagian dari kekuatan pembangunan yang kita butuhkan hari ini,” ujarnya saat Opening Ceremony Bandung Bedas Festival 2026 di Thee Matic Mall Majalaya, Kabupaten Bandung, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, Bandung Bedas Festival 2026 bukan sekedar ajang hiburan, tetapi jadi ruang untuk memperluas partisipasi pemuda, mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, dan memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal.

Selain itu Dadang Supriatna mengapresiasi kegiatan yang merupakan rangkaian Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke -98 tingkat Kabupaten Bandung. Kegiatan itu diawali dengan gerakan pangan murah dan pasar tani.

“Diharapkan kegiatan itu dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus membuka ruang pemasaran bagi para petani,” ujarnya.

Digelar Pula Job Fair Ruang untuk Pencari Kerja

Dalam Bandung Bedas Expo juga digelar Job Fair selama dua hari, yakni mulai 30 hingga 31 Oktober 2026 dengan membuka 600 lowongan kerja.

Kata Dadang Supriatna bahwa Job Fair upaya memperluas akses informasi dan kesempatan kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang sedang mempersiapkan masa depannya.

“Pelaksanaan Job Fair ini sudah digagas sejak saya masih menjabat anggota DPRD Kabupaten Bandung. Ia sangat support mendorong pelaksanaan Job Fair karena para pencari kerja di Kabupaten Bandung sangat luar biasa seiring dengan pertumbuhan usia produktif yang saat ini mencapai 52 persen” tuturnya

Ia menjelaskan, pengangguran di Kabupaten Bandung mencapai angka 123 ribuan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung merencanakan untuk mencetak 10.000 wirausaha muda dan lapangan kerja.

Saat ini, ungkapnya, Pemkab Bandung sudah menjalin kerja sama dengan 157 perusahaan di Kabupaten Bandung, sehingga di tahun kemarin sekitar 11.557 tenaga kerja sudah terserap dalam berbagai program di Kabupaten Bandung.

Belum lagi serapan tenaga kerja di 500 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung.

“Setiap dapur MBG mempekerjakan 47 orang, sehingga bisa mencapai sekitar 20 ribu tenaga kerja yang terserap program strategis nasional tersebut,” ujarnya.

Selain itu, jelasnya, Pemkab Bandung pun sudah membuka Gerai Bursa Kerja (GBK) Bedas Digital di 31kecamatan. “Awalnya GBK ini ada di 8 kecamatan, tetapi saya dorong para camat bagaimana agar masyarakat pencari kerja untuk datang ke GBK Bedas Digital,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat, ujarnya, Pemkab Bandung berencana untuk melakukan MoU dengan 200 perusahaan yang ada di Kabupaten Bandung. Selain itu, pihaknya juga memberikan peluang usaha kepada 4.500 ibu-ibu untuk mengembangkan usaha Make Up Artist ( MUA).

” Untuk MUA Pemkab Bandung bekerjasama dengan BPR Kerta Raharja dan Bank BJB, sebagai penyedia pinjaman bergulir tanpa bunga dan jaminan. Setiap pelaku usaha mendapatkan pinjaman Rp10 juta. (nk)