Pemuda Jangan Cuma Jago Nongkrong, Bupati Bandung Tantang KNPI Bikin Gebrakan

Dialogpublik.com, Pemuda Kabupaten Bandung ditantang tidak sekadar menjadi penonton pembangunan, tetapi tampil sebagai pencipta lapangan kerja, penggerak ekonomi, hingga mitra strategis pemerintah daerah. Bupati Bandung, Dadang Supriatna menegaskan, generasi muda harus mampu menghadirkan gagasan yang berujung pada aksi nyata.

Tantangan tersebut disampaikan Dadang Supriatna dalam kegiatan Bupati Sapa Pemuda Seri 2 Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Kecamatan (PK) KNPI se-Kabupaten Bandung periode 2026–2029 di Gedung Budaya Soreang, Rabu (28/10/2026) malam.

Ia menilai, pelantikan pengurus PK KNPI jadi momentum bersejarah bagi penguatan organisasi kepemudaan di Kabupaten Bandung. Ia berharap Bupati Sapa Pemuda menjadi ruang dialog produktif untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah dan generasi muda.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung, saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada DPD KNPI Kabupaten Bandung. Pelantikan serentak ini merupakan sejarah pertama di Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Dadang Supriatna menjelaskan, semangat Sumpah Pemuda tidak cukup diwujudkan melalui seremoni tahunan. Pemuda harus memperkuat kompetensi, kreativitas, integritas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan persaingan dunia kerja.

“Pemuda bukan hanya calon pemimpin masa depan saja, melainkan juga sebagai pelaku pembangunan hari ini,” tegasnya.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan organisasi kepemudaan untuk memperluas akses pelatihan, kewirausahaan, serta kesempatan kerja.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna (kanan kemeja putih)

Setiap tahun, ungkapnya, Pemkab Bandung menargetkan penyiapan 10.000 kesempatan lapangan kerja dan wirausaha. Untuk itu, KNPI diharapkan berperan aktif mengidentifikasi potensi pemuda sekaligus menghubungkannya dengan program pemerintah daerah.

“Jangan biarkan ide berhenti sebagai wacana dan jangan biarkan organisasi hanya menjadi tempat berkumpul. Jadikan setiap gagasan sebagai langkah perubahan, setiap langkah kolaborasi sebagai kekuatan, dan setiap pengabdian sebagai bukti kecintaan kepada Kabupaten Bandung,” tuturnya.

Ia pun meminta pengurus KNPI yang baru dilantik tidak terjebak dalam kegiatan seremonial. Program konkret harus dibangun bersama perangkat daerah, camat, serta organisasi kepemudaan hingga tingkat desa.

“Saya menunggu kapan langkah konkret KNPI yang berprestasi untuk tahun depan. Tentunya ini harus dibangun dengan kolaborasi, tidak bisa sendiri-sendiri,” ujarnya.

Dorong KNPI Cetak Petani Milenial.

Selain penciptaan lapangan kerja, Dadang Supriatna menyoroti pentingnya regenerasi petani untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Berdasarkan data sektor pertanian di Kabupaten Bandung memiliki sekitar 77.000 petani dengan rata-rata usia di atas 50 tahun. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan sektor pertanian melalui inovasi dan kewirausahaan.

“Regenerasi ini sangat penting. KNPI silakan membuat suatu rencana atau program kerja ke depan agar bisa berkolaborasi dengan Dinas Pertanian, karena petani milenial juga sangat dibutuhkan di Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Ia berharap potensi pertanian, peternakan, pariwisata, kuliner, industri kreatif, hingga ekonomi digital dapat dikembangkan menjadi sumber usaha produktif bagi pemuda.

Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98, Dadang mengajak generasi muda memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengambil peran aktif dalam mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih BEDAS, maju, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. (nk)