Kadisdik Cimahi Evaluasi Pelaksanaan PTM

DINAS Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi menyatakan, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sudah dilaksanakan selama tiga pekan berjalan lancar. Tidak ada temuan kasus Covid-19 yang bersumber dari kegiatan tersebut.

Seperti diketahui PTM sekolah di Kota Cimahi sudah dimulai sejak 6 September lalu. PTM dilaksanakan untuk jenjang TK, PAUD, SD dan SMP yang berada dibawah naungan Disdik Kota Cimahi.

“Evaluasinya alhamdulillah lancar. Tidak ada temuan kluster PTM, dan jangan sampai ada,” kata Kepala Disdik Kota Cimahi, Harjono, Selasa (28/9/2021).

Harjono mengungkapkan, tidak ada temuan kasus Covid-19 baik guru maupun siswa untuk jenjang TK, PAUD dan SMP. Hanya saja ada temuan satu siswa SD yang terkonfirmasi positif terpapar virus korona.

Namun dirinya memastikan temuan kasus tersebut bukan berasal dari kluster PTM. Berdasarkan hasil tracing, siswa tersebut terpapar Covid-19 usai dibawa keluarganya bepergian ke luar kota. Apalagi yang bersangkutan belum mengikuti PTM sejak awal.

“Kan sepulangnya (mudik) boleh ikut PTM sesuai ketentuan. Ternyata keluarganya positif dan siswa itu positif. Jadi ada satu yang dilaporkan tapi bukan
karena PTM, karena memang itu keluarganya mudik. Dia dari awal tidak ikut PTM,” ungkap Harjono.

Sebab berjalan lancar, lanjut Harjono, rencananya pihaknya akan membuat nota dinas kepada Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi untuk meminta persetujuan agar durasi pembelajaran dan pertemuan ditambah.

Usulan itu masuk dari para guru di sekolah yang menilai durasi yang sudah ada saat ini kurang efektif dan terlalu singkat. “Insya Alloh minggu depan akan kita tambah. Jadi rencananya ingin meminta Pak Plt karena kondisinya. Jumlah PTM akan ditambah,” sebut Harjono.

Untuk pencegahan penularan virus korona, pihaknya akan lebih memperketat penerapan protokol kesehatan dan kegiatan 3T yakni tracing, testing dan treatment. Salah satunya melakukan pengetesan menggunakan swab test antitgen.

Pengetesan sudah dilaksanakan terhadap para guru, dan rencananya akan dilaksanakan di setiap Puskesmas. “Sempat ada yang hasilnya samar, terus dilanjutkan dengan PCR tapi alhamdulillah negatif,” pungkasnya. (Hms/Tedi)

)

Categories: Pendidikan

dialogpublik.com