Dialogpublik.com,- Pada peringatan HUT ke 81 Kemerdekaan RI sebanyak 1.088 warga binaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung mendapat remisi, 12 orang diantaranya dibebaskan, Senin (17/8/2026).
Menurut Bupati Bandung, Dadang Supriatna bahwa pemberian remisi bagian dari proses pembinaan sekaligus kesempatan bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat.
“Semoga setelah keluar dari Lapas ini menjadi warga yang baik, kembali lagi ke masyarakat, diterima oleh masyarakat dan bisa bergaul, berkumpul serta bersosialisasi sebagai warga yang seutuhnya,” jelasnya saat menghadiri pemberian Remisi Umum bagi Narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Umum bagi Anak Binaan dalam rangka HUT ke-81 RI di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung.
Menuritnya, pemberian remisi tidak hanya dimaknai sebagai pengurangan masa pidana, tetapi menjadi momentum perubahan bagi warga binaan untuk kembali produktif dan berkontribusi di lingkungan masing-masing.
“Ini merupakan langkah awal untuk memberikan kesempatan kepada warga binaan agar bisa berkiprah dan berkumpul kembali dengan masyarakat, tentunya dengan kehidupan yang lebih baik,” imbuhnya.
Oleh karena itu, ungkapnya,untuk mendukung kemandirian warga binaan yang sudah bebas, Pemkab Bandung menyiapkan sejumlah program melalui Dinas Tenaga Kerja serta Dinas Koperasi dan UMKM.
“Kalau dipandang perlu diberikan bantuan permodalan dan sebagainya, kita akan dorong melalui Dinas Sosial, sehingga nanti bisa mendapatkan mata pencaharian yang rutin dan kehidupannya bisa terjamin ke depan,” ujarnya.
Ia juga mendorong pihak Lapas untuk berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja dalam memperkuat pelatihan keterampilan bagi warga binaan.
Menurutnya, pelatihan tersebut penting agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk mencari pekerjaan atau membangun usaha setelah kembali ke masyarakat.
Pada kesempatan itu, Dadang Sipriatna.juga mengapresiasi jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung yang terus memberikan pendidikan keterampilan dan kegiatan produktif kepada warga binaan.
Karena, ujarnya, kemampuan warga binaan dalam menghasilkan berbagai produk UMKM hingga menampilkan seni dan budaya menunjukkan bahwa proses pembinaan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat. (nk)










