Yana: Pengusaha Itu Tidak Diciptakan, Tapi Dilahirkan

“SAYA selalu percaya, pengusaha itu tidak diciptakan, tetapi dilahirkan,” ujar Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana.

Yana mengucapkan itu di hadapan ratusan pengusaha tuna netra yang tergabung dalam Entrepreneur Disabilitas Netra (EDN) di Balai Kota Bandung, Sabtu (18/5/2019).

Yana berkeyakinan, siapapun bisa menjadi pengusaha asal mereka mau dan berjuang. Maka ia optimis, komunitas EDN mampu melahirkan para entrepreneur yang sukses.

EDN merupakan komunitas tunanetra yang fokus pada pengembangan kewirausahaan bagi anggotanya. Komunitas yang diresmikan langsung oleh Yana itu telah beranggotakan lebih dari 150 orang. Tak hanya di Bandung tetapi di seluruh Indonesia hanya dalam waktu kurang dari dua bulan.

Melihat antusiasme para difabel itu, Yana mengaku sangat bangga. Ia kembali mengingatkan, kunci kesuksesan terdapat pada perubahan mindset atau pola pikir, dan itulah yang terjadi pada anggota komunitas ini.

“Pemerintah kota mengapresiasi sudah ada satu keinginan dari komunitas. Saat ini disabilitas netra, ada satu keinginan mereka mengubah mind set, dari mereka biasa melakukan satu kegiatan menurut versi mereka sendiri ya, pijat, sekarang berubah,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, EDN bergerak dalam bisnis daring/online dengan memasarkan berbagai produk melalui jejaring di dalam aplikasi WhatsApp. Produk yang dipasarkan pun beragam, mulai dari pakaian pria, pakaian wanita, hingga produk olahan, seperti susu kambing.

Yana sangat mendukung kegiatan yang digagas oleh EDN. Ia lantas memerintahkan Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) untuk memberikan akses dan fasilitasi sebaik-baiknya kepada komunitas ini.

“Dinas kami ada pelatihan, kalau memang dibutuhkan tentu kita akan bantu,” katanya.

Ia pun membuka kesempatan seluas-luasnya bagi komunitas difabel lain untuk berusaha bangkit. Menurutnya, EDN telah memotivasi masyarakat bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk meraih kesuksesan.

“Ini bisa dilakukan oleh komunitas lain, tidak hanya netra saja. Daksa juga, mungkin, pasti bisa. Itu satu terobosan yg luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinsosnangkis Kota Bandung Tono Rusdiantono mengamini hal tersebut. Ia mengaku punya satuan yang siap memberikan fasilitas kepada difabel.

“Pemkot berkomitmen akan mendukung kegiatan ini, apa yang mereka butuhkan kita akan dukung,” tuturnya.(DP)

Categories: Ekonomi

Tags: ,,,

dialogpublik.com