Wakil Bupati : Pemudik Bukan Penebar Virus Corona

SELAMA dua pekan terahir sejak tanggal 25 Maret hingga 5 April 2020, jumlah pemudik tercatat 57.356 orang dari 9.609 unit kendaraan yang masuk ke 6 titik Posko Terpadu Covid-19 di Kabupten Kuningan. Demikian dikatakan Kadishub Kab Kuningan Drs Jaka Chaerul, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (6/4/2020).

Dari keenam titik Posko Terpadu Siaga Covid-19 tersebut kata Jaka, kendaraan paling banyak masuk di posko Caracas Kec Cilimus sebanyak 7034 dengan jumlah perantau dari kota-kota besar yang mudik sebanyak 50.224 orang. Mereka berasal dari wilayah Jakarta, bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi (Jabodetabek) dan kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa.

Dari jumlah itu, 75 orang diantaranya bersuhu 38 derajat Celcius. Sedangkan di 5 posko lainnya bersuhu normal. Seperti di posko Mandirancan jumlah kendaraan yang masuk 422 unit dengan jumlah penumpang 983 orang, posko Cibingbin 177 unit penumpang 535 orang, Posko Cikancas 604 unit penumpang 2706 orang, posko taman pandapa ada 4 Unit mobil dengan jumlah 114 orang. Sedangkan di posko Cipasung jumlah ‘ranmor’ yang masuk 1368 orang/2794 orang.

jaka
Kadishub Kab Kuningan Drs Jaka Chaerul

Dengan kehadiran para pemudik itu, timbul kehawatiran dikalangan masyarakat luas. Namun kehawatiran tersebut dijawab Wakil Bupati Kuningan, H.M Ridho Suganda, SH., M.Si, bahwa ‘Perantau bukan penyebar virus’. Hal itu disampaikan ketika monitoring di posko Covid-19 Kec Maleber.

“Alhamdulillah di Kecamatan Maleber setiap desa sudah membentuk posko Covid-19. saya juga ingin mengingatkan kepada masyarakat pendatang ataupun juga perantau bahwa kalian itu bukan penyebar virus,” imbuhnya.

Ridho meminta, para pendatang untuk mengikuti anjuran pemerintah dengan melapor ke petugas jaga posko siaga Covid-19 dan Pemerintah Desa untuk di data dan melakukan karantina mandiri selama 14 hari untuk memastikan bahwa masyarakat pendatang benar-benar aman dari Virus Corona.

“Apabila selama karantina 14 hari di rumah ada masalah kesehatan, segera lapor ke pemerintah desa, selanjutnya pihak desa dan pihak kesehatan akan datang ke rumah masing-masing, jangan langsung ke Puskesmas atau ke RS, demi keamanan kita semua. Jaga kesehatan dengan lakukan pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari wabah Covid-19”, tegasnya. (H WAWAN JR)

Categories: Ragam,Regional

dialogpublik.com