UMK Bandung Rp 3 juta lebih

UPAH Minimum Kabupaten (UMK) Bandung di 2019 ditetapkan Rp 3 juta rupiah lebih. Sebelumnya UMK di kabupaten dengan ribuan industri itu, berada di kisaran Rp 2,8 juta.

” Untuk tahun ini UMK Bandung sudah ditetapkan Rp 3 juta lebih. Dan nilai itu sudah disepakati baik oleh buruh maupun pengusaha,” jelas Kadis Tenaga kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bandung, UU Rukmana di Soreang, Jumat (22/11/2019).

Buruh wajib dibayar UMK yang baru.Namun jelasnya, pengusaha bisa meminta penangguhan pembayaran UMK 2019 asal memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan.

uu r
Kadis Tenaga kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bandung, Uu Rukmana

Diantaranya, selama dua tahun ke belakang produksinya menurun, serta dinyatakan dalam keadaan oleh pengadilan tata usaha.”Jika ada putusan pailit dari pengadilan, pengusaha bisa saja meminta penangguhan UMK yang baru,” imbuhnya.

Semantara Uu menegaskan, tingginya UMK tidak berpengaruh pada hengkangnya perusahaan dari Kabupaten Bandung. “UMK itu setiap tahun naik dan diatur dalam Undang-undang ketenagakerjaan. Jadi jika ada yang mengatakan pabrik atau industri pindah dari Kabupaten Bandung, gara – gara UMK naik mana buktinya,” papar Uu.

Menyoal banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK ) sepihak, serta buruh yang dirumahkan, menurut Uu hal itu bukan akibat dari naiknya UMK.”Sebenarnya buruh dirumahkan itu untung, sebab meskipun tidak bekerja tapi upahnya harus dibayar full. Jika tidak, perusahaan itu sudah melanggar,” terangnya.

Naiknya UMK ucap UU, justru memicu pada peningkatan produksi. Soal banyaknya tenaga kerja, perusahaan bisa melakukan restrukturisasi dengan catatan hak buruh diberikan sesuai aturan.(nk/hen).

dialogpublik.com