SEKITAR 29 tahun silam (1991-2020), menjelang peringatan 45 tahun Perundingan Linggarjati, Pemda Kab Kuningan dibawah pimpinan Bupati Drs. H. Subandi (alm) memprogramkan Kuningan Asri dengan kiri kanan jalan protokol penuh dengan aneka bunga.
Menurut Pengurus PWI Jawa Barat Koordinator Ciayumajakuning, H Toto Santosa, Sabtu (8/2/2020) yang pada tahun 1991 itu, menjabat sebagai ketua pwi kuningan, mendukung program tersebut dengan mengusulkan gagasan ingin turut ambil bagian melalui pembuatan taman dan tugu pwi, di jalur wisata Linggarjati.
“Gagasan itu didiskusikan dengan kades Linggarjati Eno Kusnadi dan Camat Cilimus yang saat itu dijabat Drs. H. Aman Suryaman (alm). Keduanya menyambut baik dan sangat setuju lalu dipilihkan lokasinya seperti yang sekarang berdiri”, ungkap H Toto.
Mendapat sambutan positif dari Kades dan Camat Cilimus bahkan lokasinya sudah ditentukan, kami dari PWI menghadap Bupati kemudian dibuatkan surat permohonan sponsorship kepada PT. Djarum Kudus. “Kami bikin surat untuk djarum, diketahui dan ditandatangani oleh bupati lengkap distempel Pemda Kuningan, ” tutur Toto.
Pengurus PWI Kuningan saat itu terdiri atas Toto Santosa ketua, Wawan Hermawan jr Sekretaris dan Willy Kusumah Bendahara PWI, berangkat ke Kudus membawa surat tersebut.
Pihak PT. Djarum Kudus menyambut baik dan siap memberikan dana sebesar Rp 2 juta (saat itu), melalui perwakilan di Cirebon.
Setelah ada realisasi dari pihak Djarum dan atas bantuan serta peran Kades Linggarjati Eno Kusnadi, pembuatan taman dan tugu PWI dimulai.
Dalam waktu satu bulan pembuatan taman dan tugu PWI selesai. Taman ukuran 1.5 meter x 7 meter ditanami berbagai tanaman hias warna warni dan tugu pwi ukuran tinggi 1,5 x 1 meter persegi, dicat warna memiliki dua muka yakni logo PWI dan sebelahnya logo Djarum Super.
Sementara itu, atas kesepakatan bersama antara pihak PWI dan Kades Linggarjati, untuk menjaga keberadaan dan pemeliharaan selanjutnya, PWI menyerahkannya kepada Desa Linggarjati”, ungkap Toto. (H WAWAN JR)










