UNTUK mengatasi masalah SDN Rasamulya yang bangunanya terancam tergerus galian C, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung merencakana untuk membangun tembok penahan tanah (TPT).
Selain itu, akan membangun ruang kelas baru di lokasi yang sama. Rencana tersebut mendapat sorotan dari Sekretaris komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Tri Bambang Pamungkas, menurutnya Disdik jangan hanya melindungi fisik tetapj kenyamanan anak bersekolah.
“Percuma fisik bagus tapi kegiatan belajar mengajar ( KBM ) tidak berjalan sesuai.standar,” tegasnya di Soreang, Rabu (23/11/2022).
Menurutnya, pelayanan standar bukan hanya mencakup dari sarana dan prasarana saja, tetapi yang harus diindahka itu KBM nya.
Bambang menambahkan, dengan dibangunnya TPT dan tambahan ruang kelas baru sudah sesuai dengan aturan tidak.
“Perhatikan bagaimana situasi pelajar, apakah KBM dapat berjalan baik saat guru menerangkan pelajaran suaranya harus berlomba dengan gemuruhnya alat berat, kata saya belum tentu,” ungkapnya.
Jadi membangun TPT dan menambah ruang kelas baru, itu bukan solusi.SDN Rasamulya itu harus diprioritaskan untuk direlokasi.
“SDN Rasamulya itu kan persoalannya dengan pihak ke.tiga, jadi “selipkeun hiji atuh” prioritas untuk direlokasi,” tegasnya.
Jika melihat ke belakang, galian C itu sudah ada sebelum SDN Rasamulya dibangun di atas tanah carik Desa Sadu, Soreang.
“Sudah tahu ada galian C.kenapa dibangun SD di sana. Jadi, meskipun harus mencapai target, tetapi tidak memgindahkan Permendikbud tentang kajian sekolah,” pungkasnya. (nk)










