TPS Liar Kian Marak

MESKIPUN menggulirkan banyak program, tetapi penangnan sampah sepertinya tetap kurang optimal. Keberdaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di wilayah Kabupaten Bandung  kian marak, tidak hanya di pinggir sungai, tetapi juga di  beberapa titik sudut kota kecamatan. Seperti di Sayati, Kecamatan Margahayu tepatnya dipinggir jalan Kopo-Sayati. Dayeuhkolot, Ciwidey, Banjaran dan Cangkuang.

Kehadiran TPS liar di pinggir jalan, selain membuat polusi juga menggangu pengguna jalan. “Setiap  melintasi  Kopo –Sayati,  bau tak sedap langsung tercium’ jelas Ujang Supriatna (46), Selasa (3/12/2019) di Sayati Kabupaten Bandung.

Ujang yang merupakan warga setempat, menjelaskan, sampah di lokasi tersebut sebenarnya sempat dibersihkan. Bahkan warga sudah melarangnya dengan mamasang plang yang bertuliskan “jangan membuang sampah di sini,” namun saat ini sampah kembali menumpuk.

Jika tumpukan sampah tersebut dibiarkan, tidak diangkut-angkkut akan menganggu kesehatan, terutama bagi warga yang rumahnya dekat dengan TPS liar itu.  “Apalagi sekarang  musim hujan, sampah semakin bau,  dan berserakan kemana-mana.,” tuturnya.

Munculnya TPS liar di sepanjang jalan Kopo Sayati jelasnya,  karena di wilayah itu tidak ada  tempat sampah yang di sediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung,  akhirnya  pinggir jalan, tanah kosong dan pinggir-pinggir sungai dialih fungsikan menjadi TPS liar.

“Di TPS liar itu, yang buang sampah bukan hanya warga sekitar tapi pengguna jalan juga. Saya risih, apalagi akibatnya lalat ada dimana-mana,” ujarnya.

Dia berharap, Pemkab Bandung  segera membuatkan TPS di sekitar Sayati, agar masyarakat bisa membuang sampah pada tempatnya.  Sementara, warga Desa Sayati, Haris Sodikin (37) menyebutkan,  hampir setiap hari banyak tumpukan sampah berserakan di jalan sayati.  Tumpukan sampah itu terkadang  “memakan” separuh badan jalan, akibatnya menghambat lalu lintas.

Apalagi kalau turun hujan, sampah kian berserakan di tengah jalan. “Ini  butuh penanganan segera, pemerintah jangan membiarkan karena sampah biangnya penyakit. Kasihan yang rumahnya di dekat  TPS liar itu,” ujarnya. (Hen).

Categories: Regional

dialogpublik.com