TPS 25 Liogenteng: Sampah, Cokelat, dan Pesta Demokrasi

INGIN menegaskan keberpihakannya terhadap pengelolaan dan pengolahan sampah yang tengah digelorakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Tempat Pemungutan Suara (TPS) 25 Liogenteng Kelurahan Nyengserat Kecamatan Astanaanyar dihiasi dengan pernak pernik daur ulang sampah.

Mulai dari taplak meja, karpet terbuat dari kemasan kopi, tutup botol minum kemasan dijadikan ornamen tulisan, bekas galon dijadikan hiasan vas bunga dan aquarium menjadi keunikan di TPS 25 Liogenteng.

“Pemerintah Kota Bandung sudah sosiasisaikan harus memilah sampah dari rumah, kebetulan di Kelurahan Nyengseret sudah ada Bank Sampah semenjak Juli Tahun 2023. Jadi daripada sampah itu dibuang lebih baik dijadikan barang-barang yang bisa bermanfaat contohnya seperti pernak pernik ini,” ucap Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 25 Liogenteng, Sandi Syarif.

Sandi mengatakan, dekorasi dari daur ulang sampah seperti ini agar masyarakat tahu kalau sampah bisa menjadi sesuatu yang mempunyai nilai jual yang lebih mahal.

“Semoga setelah mereka datang ke TPS dan melihat pernak pernik dari daur ulang sampah, masyarakat bisa ikut memilah sampah dengan benar,” harap Sandi.

Salah satu pemilih tetap Winda di TPS 25 ini pun mengapresiasi kreativitas panitia.

“Ini luar biasa ya, saya pun di rumah sudah memilah sampah dan pas liat ke sini menarik sekali. Berarti warga di sini sangat kreatif, banyak ide dan support sistemnya berjalan,” tuturnya.

Menariknya setalah mencoblos di TPS 25 para pemilih yang sudah memberikan hak suaranya diberikan tanda sayang berupa cokelat sebagai tanda Hari Kasih Sayang atau Hari Valentine yang biasa dirayakan pada 14 Februari.(mis).

dialogpublik.com