Dialogpublik.com,- Wakil Ketua DPRD, Dr.H. M. Akhiri Hailuki mengatakan bahwa hadirnya Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka akan memgurangi beban sampah di Kabupaten Bandung.
“Untuk itu, kami menyambut baik groundbreaking TPPAS Legok Nangka yang sudah dilaksanakan dan bisa sesuai dengan yang diharapkan, selesai tepat waktu dan beroperasi tahun depan,” katanya di Soreang, Selasa (4/8/2026).
TPPAS Legok Nangka yang berlokasi di Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung dibangun oleh pemerintah provinsi Jawa Barat untuk mengolah dan memproses sampah di Bandung raya. Rencananya, TPPAS tersebut akan beroperasi di 2029 nanti.
Saat ini, Kabupaten Bandung memproduksi sampah 1800 ton per hari, maka jelas Hailuki, dengan hadirnya Legok Nangka sekitar 450 ton sampah per hari bisa disuplai (dibuang) ke TPPAS tersebut.
” Itu sangat signifikan karena akan memgurangi beban kita,” imbuhnya.
Selain itu, jelasnya, Pemerintah daerah juga mendorong untuk lebih mengoptimalkan Oxbow Cicukang agar dapat mengolah sampah sampai 500 ton dalam sehari, sehingga dengan upaya itu sekitar 1000 ton sampah per hari sudah dapat tertanggulangi.
Tinggal sisanya, yang 800 ton per hari ungkap Hailuki, pengolahannya dapat dioptimalka melalui tempat pengolahan sampah dengan prinsip Reduce, Reuse, Recycle atau TPS3R yang ada di desa dan kecamatan.
“Dengan demikian persoalan sampah di Kabupaten Bandung bisa ditangani secara efektif,” ujarnya.
Namun, Politisi Demokrat itu mengingatkan masih ada tantangan besar yang harus dipersiapkan, terutama kesiapan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) beserta instansi terkait dalam memastikan pasokan sampah ke TPPAS Legok Nangka berjalan lancar setiap hari.
“Yang menjadi tantangan, bagaimana DLH dan instansi terkait mampu mengoptimalkan pengangkutan sekitar 400 – 500 ton sampah setiap hari ke TPPAS Legok Nangka. Jangan sampai fasilitasnya sudah siap, tetapi sampah tidak terangkut karena kendala teknis, baik armada, sumber daya manusia, maupun persoalan operasional lainnya,” tutur Legislator asal dapil 1 Kabupaten Bandung ini.
Menurutnya, seluruh kesiapan tersebut harus dirancang sejak awal agar investasi besar pada TPPAS Legok Nangka tidak menjadi sia-sia.
“Kita harus benar-benar mempersiapkan semuanya. Jangan sampai TPPAS Legok Nangka yang sudah dibangun justru tidak dimanfaatkan secara maksimal.” (nk)










