Toni Permana : BBWS Tidak Serius Menata Wilayah Sungai

ANGGOTA Komisi C, DPRD Kabupaten Bandung, Toni Permana menegaskan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) tidak serius melakukan penataan wilayah sungai. Meskipun biaya tinggi, proyek pembangunan infrasturktur sungai tidak sesuai dengan kebutuhan.

“Penataan wilayah sungai menelan biaya cukup tinggi, tapi proyek pembangunanya tidak sesuai kebutuhan”, jelasnya, Rabu (5/3/2020) di Soreang.

Semua itu disebabkan sikap BBWS yang enggan berkoordinasi dengan Pemda setempat, seperti saat membangun embung-embung atau sodetan, kurang tepat. Sehingga proyek yang diharapkan menyelesaikan masalah aliran sungai tidak terwujud.

Sikap BBWS yang “egois” berdampak pada persoalan banjir yang belum juga teratasi. Padahal jelas Toni, pemda yang wilayahnya terlewati Citarum dan anak-anaknya siap berkoordinasi untuk melakukan pembangunan sekitar wikayah sungai. ” Hingga saat ini, Pemda menuntut keseriusan dari BBWS,” tegasnya.

Bencana ujarnya, ada yang secara alamiah, seperti gempa tapi ada juga disebabkan pelanggaran tata ruang. Jadi selain adanya penindakan terhadap pelanggar tata ruang, Pemerintah pusat yang diwakili BBWS, provinsi dan daerah ada komunikasi, terutama.dalam pemetaan wilayah sungai.

“Jadi BBWS sebagai wakil pemerintah pusat harus berkomunikasi yang baik dengan Pemkab Bandung, Pemkot Bandung dan Cimahi serta Pemkab KBB. Biar dalam penataan wilayah sungai pembagian tugamya jelas. Selain itu pembangunan infrastrukturnya  akan sesuai kebutuha dan banjir pun bisa teratasi,” harapnya. (nk)