TKW Meninggal di Saudi Arabia Dibantu Pulang Oleh Disnakertrans Purwakarta

BERTARUH peruntungan di negeri “orang kaya” Saudi Arabia masih jadi primadona sebagian masyarakat di Indonesia. Kendati banyak kisah pilu dialami Pekerja Migran Indonesia (PMI). Padahal, pada zaman ‘booming’ ekspor TKW ke Saudi Arabia mereka di sebut TKI dengan gelar pahlawan devisa. sekarang sebutannya diperhalus jadi PMI.

Peruntungan rupanya belum berpihak kepada PMI bernama Enung Nuroh, warga RT. 02/04 Desa Cibodas, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. PMI ini meninggal dunia di Arab Saudi terkena serangan jantung usai menunaikan sholat. Enung sempat koma selama 5 hari.

Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Dinas Ketenagakerjaan & Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Purwakarta, Tuti Gantini, S.Pd kepada dialogpublik.com , Sabtu (7/9/2019) malam menjelaskan, Jenazah Enung tiba di rumah duka, Jumat (6/9/2019) malam sekitar pukul 19.45 wib.

“Sampai rumah duka sekitar pukul 7.45 Jumat malam lalu. Saya yang membantu mengantarkannya pakai mobil ambulance,”kata Kabid Tuti.

Suami Enung Nuroh, Yahya (50) mengakui bahwa kepergian istrinya untuk yang ketiga kalinya. Yang kali ketiga Enung Nuroh sudah bekerja selama 2 tahun 8 bulan.

Rencananya Enung akan pulang ke Indonesia pada bulan Desember 2019 mendatang. Diakui Yahya, istrinya berangkat jadi PMI di Arab Saudi, dengan cara ilegal. “Almarhumah masuk dalam jalur ilegal, sponsornya orang Cianting, Purwakarta,” ungkap Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Disnakertrans Purwakarta. Tuti Gantini.

Perlu diketahui, Kabupaten Purwakarta, masih menerapkan moratorium larangan menjadi PMI ke Timur Tengah dan ke negara Malaysia sejak tahun 2011. “Moratorium itu masih berlaku hingga sekarang,”kata Kadisnakertrans Kabupaten Purwakarta, H. Titov Firman Hidayat, SH kepada dialogpublik.com“, dikantornya.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, kepada wartawan mengatakan, pihaknya tetap berupaya membantu para PMI yang mengalami masalah di luar negeri. Apalagi, PMI yang bermasalah itu mayoritas berangkat sebelum 2011. Mengingat, sejak 2011 hingga saat ini Purwakarta masih memberlakukan moratorium PMI ke Arab Saudi dan Malaysia.

“Meski mereka berangkat melalui jalur ilegal, tapi kalau ada masalah seperti ini, kita berupaya untuk membantu,” ujar Bupati Anne.

Bupati meminta kepada warga untuk tidak tergiur menjadi PMI. Apalagi, berangkatnya melalui jalur ilegal. Bagi bekas PMI yang masih produktif Bupati akan membantu untuk permodalan. “Supaya mereka bisa mandiri secara finansial di kampung halamannya,”harap Bupati Anne. (jab)

dialogpublik.com