Tanggul Jebol, Cileunyi dan Rancaekek Terendam Banjir

AKIBAT tanggul penahan air jebol, Kecamatan Cileunyi dan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat terendam banjir sejak Senin (17/2) malam. Ratusan rumah dihuni 1389 jiwa, sekolah, masjid dan mushola ikut terendam. Tidak ada korban jiwa, jumlah kerugian masih dalam pendataan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Bandung, Enjang Mulyana membenarkan, jika tanggul penahan air di Sungai Ciguruwik jebol.

”Kemarin sore Cileunyi diguyur hujan deras, selama tiga jam. Akibatnya debit air Sungai Ciguruwik naik, sehingga tanggul penahan air di sungai itu jebol sepanjang 2 meter,” tuturnya, Selasa (18/2/2020) pagi saat dihubungi lewat medsosnya.

Luapan air Ciguruwik jelasnya, merendam puluhan rumah, yang dihuni 180 jiwa di Kampung Mekarwangi RW 19, Cinunuk, Kecamata Cileunyi.

Enjang menjelaskan, meskipun ratusan jiwa terdampak banjir Ciguruwik, namun hingga pagi ini belum ada yang mengungsi. Sementara Tinggi Permukaan Air (TMA)  antara 10 cm – 50 cm.

Penanggulangan sementara jelasnya, bekerja sama dengan pemerintah desa dan kecamatan membantu warga yang terdampak. Rencananya, hari ini selasa (18/2/2020) tanggul yang jebol tersebut akan ditutup sementara dengan tumpukan karung berisi pasir.

Terparah banjir terjadi di Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek. Akibat hujan yang turun sejak sore kemarin, air Sungai Cikeruh meluap dan tidak hanya merendam pemukiman warga, tapi derasnya arus air hampir menjebol tanggul sepanjang 50 M.

Menurutnya, banjir akibat meluapna Sungai Cikeruh merendam 400 KK yang dihuni 1200 jiwa, masjid, SDN Bojongloa II, Mushola dan Pasar Dangdeur.  Meskpun TMA nya mencapai 110 Cm, namun hingga pagi ini belum ada warga terdampak yang bersedia untuk dievakuasi. “ Sampai saat ini, warga yang terdampak banjir masih bertahan di rumahnya masing-masing,”  jelasnya.(nk)

Categories: Regional

dialogpublik.com