Tagana Pacitan Serahkan Bantuan Korban Tanah Longsor

TARUNA tanggap bencana (Tagana) Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, beserta dinas sosial setempat menyerahkan bantuan kepada korban tanah longsor di wilayahnya, Kamis (26/1/2023).

Bantuan sosial penunjang darurat kebutuhan hidup bagi korban itu, diserahkan langsung Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, kepada yang bersangkutan.

Kepada korban yang menerima bantuan, Sunardi, warga Desa Wonokarto, Kecamatan Ngadirojo, bupati berharap bantuan dari pemerintah daerah melalui dinas sosial dan Tagana itu dapat meringankan beban bagi korban.

“Kami bisa memahami betapa berdukanya sesuatu yang menimpa korban. Namun, diharapkan bantuan ini setidaknya dapat mengurangi beban untuk kemudian bangkit kembali,” tutur Indrata Nur Bayuaji kepada korban.

Sementara Koordinator Tagana Kabupaten Pacitan, Patrap Setyokuncoro, melanjutkan pemberian bantuan tersebut kepada korban. Berbagai kebutuhan hidup selama masa darurat, disampaikan kepada korban.

Kepada jurnalis yang menghubunginya, Patrap Setyokuncoro menjelaskan, bantuan yang diserahkan itu berupa sejumlah sembako, perlengkapan dapur, pakaian, kasur, selimut, terpal, dan kebutuhan darurat lainnya.

“Memberikan bantuan materiil kepada korban bencana itu, selain pertolongan dan penyelamatan, menjadi tugas kami sebagai relawan kemanusiaan” kata Patrap Setyokuncoro.

Pihak korban, Sunardi, mengaku senang mendapat bantuan yang sebelumnya tidak diduga itu. Menurut Sunardi, bantuan tersebut jelas sangat membantu dirinya dalam mengarungi kehidupan meski dalam kondisi darurat.

“Bantuan ini bagi saya sangat bermanfaat untuk kehidupan kami sekeluarga. Terima kasih kepada bapak bupati, dinas sosial dan Tagana,” ucap Sunardi.

Bencana tanah longsor yang menghancurkan rumah korban itu sendiri terjadi pada Selasa (24/1/2023). Dalam kondisi hujan rintik, tiba-tiba bongkahan batu besar runtuh dadi tebing di samping rumahnya.

Rumah korban hancur total. Dia dan anak istrinya saat ini mengungsi di rumah saudaranya yang aman.

Beruntung saat kejadian Sunardi dan keluarganya langsung keluar rumah, untuk menyelamatkan diri. Sehingga ke empat penghuni rumah itu selamat. (fin).

dialogpublik.com