Stunting Kuningan Angkanya Turun menjadi 5,8 %

ANGKA Stunting di kabupaten Kuningan menunjukan penurunan signifikan dari kemunculan angka 17 % turun menjadi 5,8 %. Data ini berdasarkan hasil evaluasi Rapat pendataan awal.

Hal itu disampaikan Bupati Kuningan H.Acep Purnama, dalam Rapat Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi 2022 (Regsosek 2022) di Hotel Horison Tirta Sanita Sangkanurip Selasa (20/9/2022).

Regsosek bertajuk “Satu Data Program Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Nadyarakat” merupakan antisifasi permasalahan di kabupaten Kuningan.

Dikatakan Acep, bahwa kita akan mendata Kembali melalui sebuah survey dan wawancara yang akan melibatkan beberapa pihak, sehingga bisa jadi solusi bagi sebuah penyelesaian.Peran offtaker sebagai penyalur seperti halnya BPNT, dan lain lainya yang mempunyai hak untuk menyalurkan.

Pemanpaatan regisosek ini kata Bupati Acep, diatur secara terbuka dan meniadakan hambatan, saling merangkul dalam perbedaan pembangunan. Serta membangun sikap mental dan spritual dengan tidak Menyombongkan diri, Hal ini dalam rangka membangun spirit kebangsaan dan membangun carakter building antar sesama anak anak bangsa.

Hari ini kita berbuat untuk diwariskan kepada anak cucu kita dengan tujuan mempermudah pencapaian apapun yang bersifat inklusif, dan harus dilaksanakan harus pada pemenuhan kebutuhan warga desa yang termaginalkan.

Terkait acara ini , kita ingin menempatkan Genere secara kodrati perempuan harus dilindungi .termasuk anak anak sebagai generasi yang diharpan di masa depan, termasuk kepada urusan Stunting.

Sementara setelah diolah dan ditangani data secara baik Stunting Kuningan angkanya turun menjadi 5,8 %. Dari kemunculan angka stunting yang semula mencapai 17,%, paparnya.

Regsosek kata Acep, untuk menyelesaikan persoalan bersama, dari produksi off taker penyandang disabilitas, manula dan Genre yang mengarah kepada kemiskinan.

“Termasuk perlindungan terhadap para komunitas, persoalan yang menggambarkan secara adat , jangan sampai termaginalkan,” tegasnya.

Seandainya ada perbedaan, diharapkan akan ada secercah kebersamaan untuk dirajut kembali. Mari kita perbaiki sesuatu dengan lebih baik lagi demi membangun Kuningan Maju.(H WAWAN JR)

dialogpublik.com