Stunting Di Kabupaten Bandung Meningkat

DARI 10 desa di Kabupaten Bandung yang terpapar stunting, kini meningkat menjadi 50 desa. Hal itu terungkap dalam pelatihan Peningkatan Sumber Daya Manusia (PSDM) di Soreang, Jumat (20/9/2019).

“Memang betul stunting di Kabupaten Bandung awalnya tersebar di 10 desa, kini meningkat jadi di 50/desa. Tetapi data secara rincinya ada di Dinas Kesehatan,” jelas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kab.Bandung, Drs Tata Irawan Sobandi.

tata2
Kepala DPMD Kab.Bandung, Drs Tata Irawan Sobandi.

Tata berharap, dengan PSDM dapat melakukan langkah perbaikan gizi masyarakat, sehingga selain menekan stunting juga investasi dalam menciptakan SDM berkualitas dan mampu berdaya saing.

Dalam kegiatan yang didanai APBD itu, bukan saja membahas persoalan stunting, namun peserta juga diberi materi pendidikan, lingkungan, Air bersih dan kesehatan.

Sementara itu, ketua PSDM Kabupaten. Bandung, H. Dadang Risdal Azis mengatakan, peserta pelatihan akan dididik agar bisa membantu masyarakat dalam menangani masalah yang dihadapi secara efektif.

Selain itu ujarnya, peserta pelatihan PSDM harus mampu menggerakan masyarakat, agar mampu berpartisipasi aktif dalam kegiatan pemberdayaan di wilayahnya masing – masing.

‘Ke depan para peserta pelatihan, juga harus bisa memperjuangkan usulan prioritas kebutuhan masyarakat, Serta mendorong partisipasi dan gotong royong masyarakat agar terlibat dalam pembangunan desa,” paparnya.

Dadang juga berharap, dengan adanyan pelatihan PSDM masyarakat mampu menumbuh prakarsa, swadaya, dan gotong royong dalam membangun desanya dan berinovasi untuk melakukan terobosan baru.

Kegiatan pelatihan PSDM berlangsung dua hari, diikuti sekitar 100 orang peserta lebih. (Hen/bas).

dialogpublik.com