SOSIALISASI penggunaan masker yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, untuk memcegah penyebaran virus corona, diwarnai sikap arogan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat.
Tanpa Salam, Sapa dan Senyum (3S) petugas Satpol, ujar Lutfi (26 th) seenaknya saja menghardik warga, yang tidak bermasker terutama bagi yang berniat masuk Komplek Perkatoran Pemkab Bandung.
” Menegur warga yang tidak mengenakan masker sih boleh saja, tapi dengan santun atuh. Jangan maen tunjuk, kemudian turun dari mobil dengan nada tinggi dan mata melotot langsung bilang, ini sudah 800 kamu mau nambah, ” terang Lutfi seraya mengaku engga aneh dengan sikap aparat pemerintah yang arogan seperti itu. Senin, (13/4/2020).
Selain itu ujarnya, agar sosialisasi mencapai tujuan yang diharapkan harus dengan solusi, bukan dibarengi sikap arogan.
” Bukan saatnya untuk berarogan, tapi sabilulungan menyelesaikan persoalan. Jadi jika ada warga yang engga di masker, beri atuh bukan dihardik dan dipolototan,” tegasnya.
Hal sama dikatakan Sudarmaji (58 th) yang mengaku, dihardik Satpol saat mau masuk Komplek Pemkab Bandung. Menurutnya, dia bukan tidak bermasker tapi maskernya dibiarkan menggantungn di dada.
Seharusnya, Satpol bukan menghardik tapi memberitahu dengan cara yang sopan. “Kami ini masyarakat, masa Satpol tidak pernah mendapat bimbingan atau pendidikan cara menegut masyarakat secara baik. Atau memang masih “ngukut” sikap arogan,” tuturnya.
Sementara Ketua Komisi A, DPRD Kabupaten Bandung, Erwin Gunawan menyayangkan, dengan sikap Satpol yang arogan.
“Sudah bukan jamannya untuk bersikap arogan agar sosialisasi itu mrndapatkan hasil yang optimal harus dengan solusinya. Jadi sosialisasi itu dengan solusinya, bukan sama arogan,”tuturnya
Masyarakat yang tidak mengenakan masker, bukan tidak mau tetapi mungkin saja ega punya. Jadi sebaiknya, selain menegut juga memberinya masker.
“Jadi saat sosialisasi di mobilmya itu membawa masker, sehingga pada saat menemukan warga yang tidak bermasker langsung dikasih. Bukan ditegus.dengan kasar, tetapi budayakan 3S,,” tandas Erwin. (nk)










