Seniman Terdampak PPKM Lakukan Aksi Damai

KERESAHAN para pelaku seni di Kuningan semakin menjadi ketika Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Jawa – Bali diperpanjang lagi hingga tanggal 2 Agustus 2021. Perpanjangan PPKM tersebut, mengundang reaksi keras kalangan pelaku seni yang tergabung dalam Komunitas Seni Kuningan (KSK). Mereka menyambangi kantor Bupati Kuningan di Jl Siliwangi 88 Kuningan, yang dijaga ketat Polisi dan SatPol PP, Selasa siang (27/07/2021).

Meski agak lama menunggu, akhirnya aksi damai ini diterima oleh Bupati Kuningan H Acep Purnama, Sekda Dr. H Dian Rachmat Yanuar dan Kalaka BPBD Bayu Indra Permana di ruang rapat Linggarjati  lantai II Setda Kuningan.

Kehadiran mereka untuk menyampaikan aspirasi seputar aturan PPKM Darurat yang diakuinya telah menutup kehidupan dan mata pencaharian para pelaku seni.

Ketua KSK, Tatang Koswara disela-sela  aksi damai saat diwawancarai di lokasi mengungkapkan bahwa, perpanjangan PPKM telah menimbulkan keresahan  lantaran tidak menguntungkan, bahkan  justru merugikan para pelaku seni, karena kehidupannya semakin terpuruk, akibat sepinya “panggungan .

“Aspirasi kami minta kelonggaran untuk berkarya dan berkreasi,  Sudah cukup lama kami “puasa manggung”, ungkap Yusup salah seorag musisi.

Sementara itu, Bupati H Acep Purnama dihadapan aksi damai yang dihadiri 25 orang pelaku seni itu mengemukakan, dimasa pandemi Covid-19 ini, pelaku usaha termasuk pelaku seni, baik lokal maupun secara nasional semuanya terdampak PPKM akibat pandemi covid-19 yang semakin melonjak. Dalam upaya untuk meminimalisir penyebaran C-19, maka acara hiburan dan resepsi untuk sementara tidak diperbolehkan .

Terkait hal ini dimohon kepada pelaku seni,  agar bersabar saja dulu. Mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini segera berahir. (H WAWAN JR)

Categories: Regional

dialogpublik.com