SETELAH tertunda akibat pandemi Covid 19, 55 orang anggota DPRD Kabupaten Bandung menggelar reses pada masa sidang III tahun 2020. Kegiatan itu berlangsung sejak 6 hingga 12 Juli nanti.
Selama reses berlangsung protokol kesehatan tetap dilaksanakan. Selain mengukur suhu tubuh undangan, sebelum masuk ruangan reses, jaga jarak dan memakai masker serta sarung tangan jadi suatu keharusan.
Seperti pada resesnya anggota Fraksi Gerinda, Aep Dedi.”Karena reses saat ini dilaksanakan di tengah pamdemi Covid 19 ya kita terapkan juga protokol kesehatan,” jelasnya di wilayah dapil 2 Kabupaten Bandung.
Menurut Aep, selain soal infrastuktur, Pendidikan dan kesehatan aspirasi yang disampaikan mayoritas tentang dampak Covid 19, terutama soal pemulihan ekonomi. Hal itu jelasnya, di Kabupaten Bandung banyak masyarakatnya yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Atas dasar itu lanjutnya, dalam reses yang bermaterikan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) konsituen yang hadir mendiskuskan tentang jaringan sosial, terutama bantuan sembako yang kurang tepat sasaran serta soal lapangan kerja.
“Aspirasi mereka tetap kita tampung, namun dalam reses saat itu lebih banyak berdiskusi seputar pemanganan dampak Copid 19 dan lapangan kerja, terutama bagi yang terkena PHK,” ujarnya.
Dari hasil diskusi itu Intinya kita harus bekerja bersama menghadapi wabah yang berskala dunia. Selain itu, masyarakat dan pemerintah harus bersinergi terutama dalam menanggulangi dampak Covid 19. (nk)










