Rapat Kerja Dewan dengan Paguyuban Rahayu Berlangsung Tertutup

RAPAT kerja DPRD Kabupaten Bandung dengan para petani yang tergabung dalam Paguyuban Rahayu berlangsung tertutup.

Rapat kerja dipimpin langsung Ketua DPRD, Hj. Renie Rahayu Fauzi yang didampingi Ketua Komisi A, H.Uus Haerudin Firdaus, Ketua Komisi B, Faisal Radi Sukmana dan Ketua Komisi C, Tarya Witarsa di Soreang, Jumat (29/8/2025) sore.

Nampak hadir, para anggota DPRD Kabupaten Bandung, tokoh masyarakat serta para petani. Namun, saat itu tidak dihadiri Organisasj Pemerintah Daerah (OPD) terkait, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja serta PT Moya sebagai pemenang tender pembangunan Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) wilayah timur Kabupaten Bandung.

” Sebenarnya kegiatan hari ini sudah direncanakan. Kita sudah mengundang para OPD terkait dengan masalah SPAM, PDAM Tirta Raharja serta PT Moya dan PT ABT. Tetapi, mereka lagi ada kegiatan mendapingi Bupati, akhirnya kami yang harus menerima,” jelas Renie yang dihubungi usai rapat kerja dengan Paguyuban Rahayu.

Menurut legislator asal dapil 5 ini, masyarakat tidak menolak kehadiran SPAM tersebut, hanya ada kehawatiran pembangunan infrastruktur penyediaan air minum itu akan mengurangi pasokan air ke wikayah pertanian di wilayah timur Kabupaten Bandung serta masyarakat pun akan kekurangan air.

Hal ini, dikarenakan SPAM tersebut air bakunya mengambil dari Sungai Citarum, yang selama ini digunakan oleh masyarakat sekitar.

Tanpa dihadiri PDAM dan OPD terkait rapat kerja tentang Pembangunan SPAM Wilayah Timur Kabupaten Bandung

Untuk menjawab kekhawatiran masyarakat tersebut, jelasnya, DPRD akan mengagendakan kembali rapat kerja dengan Paguyuban Rahayu, OPD terkait , PDAM Tirta Raharja serta PT MOYA dan PT ABT sebagai pelaksana proyek tersebut.

” Hari Senin (1/9) kita ada rapat pimpinan (rapim) dan rapat badan musyawarah (bamus). Insya Allah, kita akan agendakan kembali untuk mempertemukan pihak Rahayu dengan PDAM, PT MOYA, PT ABT dan para OPD yang berkaitan dengan pembangunan SPAM tersebut,” tuturnya

Sebenarnya, Paguyuban Rahayu bukan kali pertama datang ke DPRD untuk mengaspirasikan soal pembangunan SPAM Wilayah Timur Kabupaten Bandung.

Sebelumnya, persoalan itu sempat dibahas di rapat kerja Komisi B pada Juli 2025, sayang pihak Rahayu absen karena ada kepentingan.

Saat itu, Dirut PDAM, Teddy Setiabudhi yang hadir pada rapat kerja tersebut, menegaskan, jika SPAM dengan kapasitan 1.100 liter/ detik tidak akan mengganggu pada aktifitas pertanian di wilayah timur Kabupaten Bandung.

Bahkan, saat itu Teddy berjanji, untuk mejaga ketersediaan air bagi masyarakat sekitar SPAM pihaknya akan membangun fasilitas lainnya, seperti sumur bor dan menyediakan pompanisasi.

Dia menjelaskan, SPAM tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan air minum bagi 45 ribu Kepala Keluarga (KK) di 8 Kecamatan, yakni Ciparay, Majalaya, Solokan Jeruk,Rancaekek, Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang dan Cikancung.

Mengenai perijinan, saat itu Teddy menjelaskan, pembangunan SPAM Wilayah Kabupaten Bandung telah dilengkapi dengan perijinan termasuk amdalnya.

Sementara, Ketua Komisi B, Faisal Radi Sukmana menegaskan, dengan hadirnya pembangunan SPAM Wilayah Timur Kabupaten Bandung jangan sampai ada pihak yang dirugikan. (nk)