Rahmawati harus Puas di Posisi Runner Up pada Lomba Nyanyi Pop Sunda IKWI dan PWI Jabar

RAHMAWATI harus puas duduki posisi 2 (runner up) pada Lomba nyanyi Pop Sunda yang digelar IKWI dan PWI Jawa Barat, Minggu (20/3).

Sementara juara 1 dan 3 masing – masing diraih Any Darmini dan Meriati.

Para pemenang selain mendapat tropy dari Dinas Pariwisata Jawa Barat, uang tunai dengan total jutaan rupiah serta hadiah hiburan dari sponsor.

Ketua IKWI Jawa Barat, Jean Ajiyanpi Novalia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2022 tingkat Jawa Barat.

“Lomba nyanyi Pop Sunda ini diikuti peserta se- Bandung Raya. Tujuan lomba ini untuk melestarikan seni dan budaya sunda,” jelasnya saat membuka lomba Menyanyi Pop Sunda, di Aula PWI Jawa Barat, Bandung.

“Dengan diselenggarakan lomba ini diharapkan bermunculan bakat terpendam penyanyi lagu sunda untuk berkompetisi,” tambahnya.

Sementara Ketua Panitia Lomba, Anna Gardina Sari menjelaskan, peserta yang mengikuti lomba tersebut sebanyak 30 orang.

Jumlah tersebut melebihi target, karena sebelumnya panitia mentargetkan peserta sebanyak 25 orang.

Hal itu, dikarenakan Kota Bandung masih kondisi pandemi covid-19.

“Saya juga berterimakasih kepada semua pihak atas yang telah memberikan suportnya, sehingga lomba ini bisa terlaksana,” katanya

“Saya ucapkan terima kasih pada Bank BJB, BJB Syariah, PT. POS Indonesia, PT. Jarum Foundation, Bank BRI, LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), Sumarecon, Geo Dipa Energi (Persero) dan yang lainnya. Panitia mengucapkan banyak berterima kasih atas partisipasinya,” imbuh Anna.

Lomba menyanyi Pop Sunda menampilkan Dewan juri Rike Adriati, Rina Roeslan, dan Gege Gumilar.

R. Rieka Adriaty menuturkan, kegiatam yang diselenggarakan IKWI dan PWI Jawa Barat dalam rangka melestarilkan seni budaya parahyangan, karena dengan Lomba menyanyi Pop Sunda merupakan arena untuk mengembangkan bakat dalam menyanyi Pop Sunda.

“Dewan juri juga berharap, lomba menyanyi ini bisa menjadi agenda IKWI dan PWI Jabar dan rutin setiap tahun diadakan, agar setiap generasi mencintai seni dan budaya tatar asunda,” ucapnya.

Juri Rina Roeslan mengharapkan, lomba nyanyi sunda diperluas dari usia SD, SMP dan SMA. Agar seni budaya Sunda akan lebih berkembang, dari mulai anak anak, remaja, dewasa serta orang tua.

“Dari hasil lomba menyanyi Pop Sunda akan terlihat Budaya Sunda masih terjaga, yaitu peserta usia muda dan yang sudah lansia hampir seimbang pada bagus,” jelasnya. (nk)

dialogpublik.com