Puluhan Lansia dan Balita Tinggal Di Pengungsiaan

AKIBAT banjir yang merendam sebagian wilayah Kabupaten Bandung, sejak  Kamis lalu, puluhan lansia dan balita terpaksa harus tinggal dipengungsian. Kepala pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bandung, Akhmad Djohara menjelaskan, hingga Senin (27/1) tercatat, puluhan ribu rumah yang dihuni yang dihuni 11.659 KK ( 40.844 jiwa) di 5 kecamatan masih terdampak banjir tahunan itu. Tinggi Muka Air (TMA) antara 50 cm hingga 200 cm.

Ke lima kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Rancaekek dan Majalaya. Sementara jumlah pengungsi hingga kemarin diperkirakan 1182 jiwa, 80 orang diantaranya lansia, 73 balita, ibu hamil dan menyusui masing-masing 9 orang serta 4 orang disabilitas.“Untuk pelayanan kesehatan korban bajir, khusunya lansia dan balita, BPBD berkoordinasi dengan Dinas kesehatan yang  membuka Posko di Kecamatan terkena banjir, 24 jam petugas kesehatan standby,” jelasnya, saat dihubungi lewat ponselnya, Selasa (28/1/2020).

Di Baleendah, terdapat beberapa titik pengungsian, antara lain gedung eks-Inkanas, gedung Shelter Parunghalang dan SDN Cibadak. Tetapi ada juga yang mendiami kantor RW dan beberapa masjid.  Sementra di Dayeuhkolot, para pengungsi tersebar di beberapa titik, yakni di Aula Desa Dayeuhkolot,  beberapa masjid, madrasah, kantor RW, Posyandu, ruma took (ruko) milik warga, di atas tanggul setta gedung PLN setempat.

banjir ...Dia menjelaskan,  seperti tahun sebelumnya banjir terparah di RW 04 Kp. Bojongasih Desa Dayeuhkolot dan RW 13 Kp. Ciputat Kelurahan Andir, dengan TMA  60cm  hingga 200 cm. Dilaporkan pu;a, beberapa akses jalan yang tidak bisa dilalui, antara lain Jalan Raya Banjaran-Bandung ( Jl. Moch.Toha), Jalan Raya Bandung-Ciparay ( Jl.Anggadireja) dengan TMA 10-50 cm dan Jalan Raya Andir-Katapang dengan TMA 20 cm hingga 80 cm.

Untuk di Bojongsoang banjir menggenangi pemukiman di RW 09 Kp. Cijagra,  Kampung Cigebar dan di RW 10 Kp. Cijeru  dengan TMA 40 – 130 cm. Di Kecamatan Rancaekek banjir merendam 454 rumah, 498 KK (1.691 jiwa) ketinggiaan air sampai 100 cm. Sementara di Kecamatan Ciparay banjir terjadi di  Perumahan SESKO RW 11. Desa sumbersari yang dihuni 450 kk dengan TMA hingga 70 Cm.

Sedangkan di Kecamatan Solokanjeruk, banjir menyergap warha yang tinggal di Desa Bojongemasm sedikitnya  679 Rumah yang dihuni 679 KK ( 3.420 jiwa) terendan banjir dengan TMA 150 cm. Sementara di Majalaya, banjir hanya menggenangi  Jlm Raya Laswi, Ciparay – Majalaya  TMA 50 cm.  “ Untuk korban banjir yang mengungsi di Bojongsoang masing dilakukan pendataan. Sedangkan di wilayah Majalaya, Rancaekek dan Solokanjeruk  tidak ada korban banjir yang pengungsi,” jelasnya.

Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi) PB, BPBD Kabupaten Bandung akan  terus melakukan update data satu kali 24 jam. “Personil kami di lapangan, bersama  muspika (musyawarah pimpinan kecamatan), aparat desa/kelurahan dan para relawan penggiat kebencanaan, melakukan assessment dan evakuasi warga terdampak banjir,”katanya.

Selain menyiapkan perahu karet, untuk mengevakuasi korban banjir BPBD juga menyiapkan tenda peleton dan 2 unit pompa air. Selain itu jelas Akhmad, pihaknya berkoordinasi dengan dinas sosial untuk menyiapkan bantuan air mineral,mie instans dan paket makanan siap saji.

Sementara Wakil Bupati Bandung, H. Gun Gun Gunawan meminta maaf kepada masyarakat yang terdampak banjir di Kabupaten Bandung. “Atas nama pemerintah, kami sangat prihatin. Meskipun ini rutin, mohon maaf bila belum maksimal melayani masyarakat yang terdampak banjir,” ujar Gun Gun saat berkunjung ke lokasi banjir, kemarin di Baleendah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung jelasnya,  terus berupaya secara maksimal  penanganan untuk korban banjir. Gun Gun menegaskan, dirinya terus memantau distribusi bantuan logistik. Selain itu, Pemkab Bandung bekerja sama dengan rumah sakit terdekat, untuk memantau kondisi kesehatan para korban banjir.

Wilayah yang terdampak banjir, diantaranya Baleendah, Bojongsoang, Sapan dan Rancaekek sehingga himbaunya, masyarakat yang terdampak banjir untuk tetap hati-hati terutama  anak-anak dan lansia.

“Kami mengimbau masyarakat bisa berhati-hati terutama kepada anak-anak dan orang tua. Kami sudah bekerja sama dengan PLN dan rumah sakit sekitar juga untuk memonitoring kondisi warga,” pungkasnya.(nk)